Jalur Jalan Panji Kepanjen yang relatif mulus, sisanya berlubang dan bergelombang (dok MalangTimes)
Jalur Jalan Panji Kepanjen yang relatif mulus, sisanya berlubang dan bergelombang (dok MalangTimes)

MALANGTIMES - Setiap tahun jalur jalan strategis di wilayah Kepanjen dipastikan rusak saat memasuki musim hujan. Padahal  jalur tersebut merupakan akses terbilang padat dan penting bagi masyarakat maupun pemerintah Kabupaten Malang. 

Jalur itu adalah Jalan Panji Kepanjen yang kondisinya hampir satu bulan lebih banyak berlubang, bergelombang dan aspal mengelupas.
Di Jalan Panji, kerusakan sudah dimulai saat pertigaan lampu merah. 

Dimana, tepat pada tikungan jalan terdapat lubang cukup besar dan dalam. Dilanjutkan sepanjang Jalan Panji yang melewati gedung DPRD dan kantor Pemkab Malang sampai di pertigaan Yonzipur 5. Dimana panjang Jalan Panji itu sekitar 1,6 kilometer (Km) terbilang perlu adanya penanganan dari pihak terkait.

Kondisi ini pun sudah terbilang lama, yakni hampir sekitar 1 bulan lebih. Hal ini disampaikan oleh salah satu warga di sekitar wilayah Panji, Basuki Nugroho, yang menyampaikan, bahwa kondisi jalan sepanjang Panji memang terbilang rusak.

"Paling bahaya pas di pertigaan lampu merah, ada lubang cukup besar dan dalam di sana. Kalau yang Jalan Panji-nya ya seperti itu mas. Mulusnya hanya di pas rumah sakit (RSUD Kanjuruhan) sampai pertigaan Yonzipur 5," terangnya kepada MalangTIMES, Kamis (9/1/2020).

Basuki melanjutkan, dengan kondisi jalan seperti itu banyak pengendara kendaraan roda dua yang sedikit hilang kendali saat terjebak pada lubang-lubang jalan itu.

"Banyak yang oleng setahu saya, tapi saya enggak tahu kalau yang sampai jatuh," ujarnya.

Kondisi tahunan di Jalan Panji yang merupakan ruas strategis di Kabupaten Malang. Dikarenakan jalur perkantoran Pemkab Malang memang terbilang memprihatinkan. Menyandang status jalan nasional tapi dari sisi kualitas jalannya tak jauh berbeda dengan jalan berstatus antar desa. Baik dari sisi teknis  jalan maupun hal non-teknisnya. 

Pemkab Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga pun tak bisa berkutik dalam menghadapi persoalan tahunan rusaknya jalan Panji itu. Status jalan nasional yang disematkan, membuat masyarakat atau pengendara tak bisa mengadu atas ketidaknyamanan dan keamanan di jalur tersebut tersebut.

Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang membenarkan hal itu. Kewenangan dan status jalan tersebut merupakan wilayah nasional di bawah Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII. Sehingga pihaknya secara administrasi tidak bisa berkutik untuk persoalan jalan rusak itu.

"Kita hanya bisa melaporkan ke BBPJN kondisi itu. Sehingga kita juga menunggu tindaklanjutnya. Kita juga sudah berkirim surat atas hal itu," ujarnya.

Jalan rusak di wilayah Kepanjen tak hanya di Panji. Ruas Jalibar pun mulai patut diwaspadai para pengendara roda dua. Dimana berbagai lubang dengan ukuran berbeda mulai menghiasi Jalibar di musim penghujan ini. Di beberapa ruas bahwa lubang-lubang Jalibar ini sudah cukup membahayakan dikarenakan diikuti dengan terkelupas dan bergelombangnya aspal jalan di area tersebut.

Sebagai jalur cepat, Jalibar di musim hujan menjadi atensi masyarakat atas beberapa kerusakan yang terjadi dan mengintai jiwa pengendara yang melewatinya.