Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Memasuki cuaca ekstrem, Pemerintah Kota Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mulai siaga terhadap kemungkinan bencana Hidrometeorologi. Diantaranya seperti bencana banjir, longsor, hingga pohon tumbang.

Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto menyampaikan, Januari hingga Februari mendatang diprediksi menjadi puncak musim hujan. Sehingga, masyarakat harus selalu meningkatkan kewaspadaan. BPBD pun terus mengimbau agar masyarakat lebih memahami cara menyelamatkan diri saat bencana terjadi.

"Kota Malang berpotensi atas banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang," katanya pada wartawan saat ditemui usai melakukan rapat koordinasi siap siaga hadapi cuaca ekstrem yang digelar di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Kamis (9/1/2020).

Alie menjelaskan, sepanjang 2019 saja ada 225 kasus bencana. Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang masih mendominasi. Sementara secara keseluruhan, kerugian materiil yang tercatat mencapai Rp 10 Miliar.

"Bencana pohon tumbang termasuk yang paling banyak terjadi," imbuhnya.

Sejauh ini, pihaknya dan Perangkat Daerah terkait seperti Dinas PUPUR-PKP dan Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan antisipasi lebih awal. Diantaranya memotong pohon yang rawan tumbang saat diterjang angin. Sejauh ini, pemetaan terhadap kawasan dan pohon tumbang sudah dilakukan untuk melakukan antisipasi lebih awal.

Lebih jauh dia menyampaikan, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan juga terus ditingkatkan. Salah satunya melalui Gerakan Angkut Sampah Sedimen (GASS). Melalui gerakan tersebut, dia optimis potensi bencana Hidrometeorologi dapat ditekan.

"Karena saat sedimen dibersihkan, maka air akan mengalir lebih leluasa," tambah Alie.

BPBD Kota Malang menurutnya akan terus melakukan upaya pencehagan terjadinya bencana bersama stakeholder terkait. Masyarakat pun terus diajak berperan aktif menjaga lingkungan. Selain itu, tim siaga sudah bersiap dengan setiap perlengkapan serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

"11 Januari mendatang kami berencana melakukan apel siap siaga dan doa bersama antisipasi cuaca ekstrem," jelasnya lagi.

Alie menyampaikan, tim siaga bukan hanya berasal dari BPBD Kota Malang saja. Melainkan melibatkan Dinas PUPR-PKP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Satpol PP, TNI, Polri, PMI, dan komunitas peduli lingkungan dan siap siaga bencana.

"Sekali lagi yang perlu digarisbawahi, Januari hingga Februari telah diprediksi memasuki puncak musim hujan," pungkasnya.