Ketua Tim Penggerak PKK Jatim, Arumi Bachsin saat menyambut penampilan PAUD dari Taman Posyandu Delima, Kelurahan Madyopuro Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Ketua Tim Penggerak PKK Jatim, Arumi Bachsin saat menyambut penampilan PAUD dari Taman Posyandu Delima, Kelurahan Madyopuro Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keberadaan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) di tengah-tengah masyarakat memang menjadi hal penting dalam sebuah pelayanan kesehatan. Apalagi, kini Posyandu telah bertransformasi dengan tak hanya melayani kebutuhan kesehatan bagi balita.

Transformasi itu dikenal dengan sebutan Taman Posyandu. Yaitu integrasi antara Posyandu, Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Posyandu Remaja, hingga pelayanan bagi lansia.

Baca Juga : Wali Kota Malang Sutiaji Tinjau Posko Penanganan Covid-19, Mantapkan Persiapan PSBB

Di Kota Malang, salah satu Taman Posyandu Delima, di Kelurahan Madyopuro Kecamatan Kedungkandang telah berhasil melaju ke perlombaan tingkat Jawa Timur. Nah, segala bentuk pelayanannya ditinjau langsung oleh Ketua Umum Tim Penggerak PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin.

Mulai dari Rumah Sehat, pelayanan cek kesehatan balita, lansia, PAUD, Posyandu Remaja dicek bergantian. Arumi juga menyempatkan menyapa dan menanyakan bentuk dari pemeriksaan kesehatan yang salah satunya pengecekan darah.

Istri dari Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak ini menyebut, dari Taman Posyandu yang ada di Kota Malang pengalaman antar warganya sangat diapresiasi. Pasalnya, selama ini tak banyak posyandu di Jatim yang memberikan pelayanan dengan iuran warga.

"Pengalamannya senang sih sebetulnya, karena yang paling saya apresiasi itu kekompakannya. Karena nggak semua Posyandu itu masyarakat disekitarnya mau urunan, pakai uang pribadi. Di sini bagus," ungkapnya.

Apalagi, lanjut dia Kota Malang banyak instansi pendidikan. Di mana, universitas-universitas yang ada dapat menerjunkan mahasiswanya mengakses Taman Posyandu untuk kegiatan magang atau lainnya.

Baca Juga : Bak Gunung Es, Bebas Pasung ODGJ Belum Terealisasi di Jatim

Ia menyebut, seperti mahasiswa yang mengambil jurusan PG-PAUD bisa ikut terjun mengajar dan berbagi pengalaman di Taman Posyandu. Kemudian, mahasiswa jurusan psikologi, ikut memberikan informasi atau sharing dalam kegiatan BKR.

"Hal itu luar biasa dan seru, karena nggak semua Posyandu apalagi yang agak jauh atau terisolasi bisa memberikan fasilitas itu. So very good," pungkasnya.