Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Idealnya, jumlah profesor di suatu perguruan tinggi adalah 20 persen dari total jumlah dosen. Saat ini, total jumlah dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berjumlah 733 dosen.

Dikatakan oleh Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg, seharusnya, jumlah profesor di UIN Malang ialah kurang lebih 115 profesor. Sementara ini, jumlah profesor di UIN Malang masih 13 profesor.

Baca Juga : Ungkapan Mahasiswa Asing UIN Malang yang Terisolasi di Kampus

"Jadi kurang 99 profesor. Oleh karena itu kita dorong betul agar semua dosen menyiapkan itu (mengurus kenaikan pangkat ke guru besar)," ucapnya.

Sementara menurut hitungan Prof Haris yang pernah 10 tahun menjadi asesor, tiap prodi setidaknya memiliki dua profesor.

"Kalau kita punya 42 prodi seharusnya kita punya 84 guru besar," ungkapnya.

Hal tersebut diakuinya adalah masalah UIN Malang. Untuk itu, para dosen, terutama anggota senat, harus mendorong diri agar secepat mungkin mengurus diri untuk kenaikan pangkat.

Hal ini diperlukan karena penilaian kualitas perguruan tinggi dari lembaga-lembaga penilai banyak ditentukan oleh kualitas SDM-nya.

"Dan indikator kualitas sdm itu salah satunya adalah seberapa banyak SDM itu yang memperoleh gelar guru besar," katanya.

Baca Juga : Siswa yang Tak Punya Akses Internet Mulai Senin Belajar Lewat TVRI

Sementara itu, Prof Haris menyampaikan, saat ini ada 5 dosen yang sudah siap menjadi profesor dan database-nya tercatat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sedangkan ada 5 dosen lagi yang tengah sibuk mengajukan dan berproses pada penelitian gelar profesor.

"Kalau 10 ini tahun 2020 semuanya berhasil memperoleh surat keputusan jadi guru besar, maka 2020 ini kita mempunyai guru besar 23," tandasnya.