Komoditi bahan pokok cabai yang melonjak naik (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Komoditi bahan pokok cabai yang melonjak naik (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Awal tahun 2020, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Malang masih cukup tinggi. Komoditas yang mendominasi kenaikannya adalah cabai rawit dan cabai besar.

Seperti yang dirasakan pedagang di Pasar Besar Kota Malang, jika pada akhir tahun 2019 cabai besar dan cabai rawit melonjak tinggi hingga Rp 60 ribu per kg, sejak dua hari terakhir ini harga cabai menurun namun masih di angka Rp 50 ribu per kg.

"Dibandingkan beberapa hari lalu, lombok (cabai) memang agak turun. Cabai besar dan kecil sekarang Rp 50 ribu per kg," ungkap salah satu pedagang, Agus Salam.

Kurangnya pasokan dari petani dan faktor cuaca yang sudah masuk musim penghujan menjadi faktor melonjaknya harga cabai saat ini. Bahkan, Agus menjelaskan jika kualitas cabai yang dijualnya juga kurang bagus.

Hal itu juga cukup mempengaruhi omset penjualan. Seperti cabai kecil yang semula bisa menjual per harinya mencapai 40 kg harus berkurang di angka 25-30 kg saja. Begitupun dengan cabai besar, yang biasanya bisa terjual 20-25 kg kini hanya di angka 15 kg per harinya.

"Tanggal 31 Desember 2019 malam tahun baru itu barang memang nggak ada, jadi harga tinggi. Kualitas barangnya kurang bagus, karena musim hujan. Cabe kecil banyak yang hitam-hitam. Penjualan juga menurun, pembelinya juga jadi berkurang," imbuhnya.

Sementara untuk jenis cabai lalap (cabai hijau kecil) harga sebelum Tahun Baru Rp 25 - Rp 26 ribu kini masih naik di kisaran Rp 32 ribu. Kemudian, untuk komuditas lain seperti bawang merah malah cenderung mengalami penurunan harga.

"Bawang merah itu awalnya Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu, sekarang turun menjadi Rp 35 ribu," pungkasnya.