Pertemuan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang dan pedagang Pasar Comboran, Selasa (7/1/2020) (Istimewa).
Pertemuan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang dan pedagang Pasar Comboran, Selasa (7/1/2020) (Istimewa).

MALANGTIMES - Sepakat menempati bangunan baru, pedagang Pasar Comboran atau Pasar Baru Timur Comboran akan boyongan mulai besok, Rabu (8/1/2020). Pedagang secara bertahap akan pindah ke setiap lapak yang selesai dibangun sampai akhir Januari 2020 ini.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Kesepakatan itu didapat pasca dilakukan rapat antara Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang dan pedagang Pasar Comboran, Selasa (7/1/2020) di ruang rapat Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, Wahyu  Setianto menyampaikan, pedagang diberi waktu untuk memboyong semua dagangannya sampai 23 Januari 2020. Namun pedagang akan diberi kelonggaran maksimal hingga akhir Januari.

"Pedagang mulai besok agar sudah digerakkan untuk memindahkan dagangannya," katanya, Selasa (7/1/2020).

Fasilitas penting, salah satunya listrik menurutnya akan segera dipasang di setiap sudut lapak pedagang. Sehingga, pedagang tetap dapat memindahkan barang dagangannya di sore atau malam hari. Selain itu, telah disiapkan angkutan khusus nagi pedagang yang membutuhkan bantuan untuk pindahkan barang dagangannya.

Lebih jauh Wahyu menyampaikan, saat ini tercatat ada 332 pedagang yang akan menempati Pasar Baru Timur Comboran. Terdiri dari pedagang pasar comboran lama dan pedagang kaki lima (PKL) yang menempati area pasar sejak lama.  Dengan rincian 80 pedagang akan menempati bedak, dan sisanya menempati loss.

Sementara untuk mengantisipasi kemungkinan adanya nama pedagang yang dobel atau justeru dialihkan ke pihak lain, akan dilakukan pemutakhiran data. Sehingga nantinya akan diketahui, apakah pedagang yang terdaftar tetap menggunakan lapaknya untuk berjualan atau justeru dialihkan ke pihak lain.

"Karena ini kan aset Pemerintah Kota Malang dan pedagang hanya menempati saja," tambah dia.

Wahyu juga menegaskan jika penempatan area pasar baru tersebut tanpa dipungut biaya sama sekali. Saat ini, posisi penempatan bedak telah diundi sesuai kesepakatan. Sedangkan PKL yang akan menempati area belakang masih akan kembali diatur ulang.

Baca Juga : Jokowi Minta Pemda Pangkas Belanja yang Tidak Prioritas untuk Penanganan Covid-19

"Pedagang hanya akan ditarik retribusi, dan tidak ada biaya administrasi di awal," jelas mantan Kadishub Kota Malang itu.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Baru Timur Comboran, Arief Zaki menambahkan, pedagang telah sepakat pindah ke dalam area pasar. Sederet fasilitas yang diberikan dinilai sudah sesuai dengan standar yang dibutuhkan.

"Sudah disepakati, mulai besok pedagang sudah mulai pindah dan maksimal 23 Januari," paparnya.

Menurutnya, pedagang akan terus melakukan komunikasi dengan Pemkot Malang berkaitan dengan beberapa hal teknis. Termasuk selama proses perpindahan pedagang yang harus dilakukan secara bertahap.

"Kami apresiasi upaya Pemkot Malang, terlebih Pasar Baru Timur Comboran ini akan dijadikan salah satu ikon Kota Malang. Selain pedagang sudah punya pelanggan, kami nantinya akan dapat pembeli baru dari wisatawan," terang Arief.