Cuitan Susi Pudjiastuti teekait pernyataan Ono Surono anggota DPR RI dari PDI-Perjuangan (Twitter)
Cuitan Susi Pudjiastuti teekait pernyataan Ono Surono anggota DPR RI dari PDI-Perjuangan (Twitter)

MALANGTIMES - Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat berang pada sosok Ono Surono, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan. Ono menyebut, kapal nelayan China di Natuna dengan pengawalan coast guard, dikarenakan salah kebijakan di era Susi menjabat.

Ono mengatakan, pasca kebijakan dicabutnya izin kapal perikanan skala besar, dilarangnya transhipment di tengah laut, dan pembatasan kapasitas kapal ikan maskimal 150 grosston, membuat zona terluar laut Indonesia sulit dicapai oleh nelayan Indonesia.

Baca Juga : Quraish Shihab Tegaskan Wabah Covid-19 Bukan Azab Allah

"Ketika kapal nelayan lokal tidak bisa mencapai zona depan ZEE (zona ekonomi eksklusif). Maka, kondisi itu yang dimanfaatkan asing masuk mengambil ikan. Indonesia ibarat rumah tapi tak berpenghuni, sehingga maling leluasa mencuri isinya," ujarnya seperti dikutip gelora.co.

"Jadi, Indonesia itu ibarat rumah tetapi tidak berpenghuni sehingga maling sangat leluasa mencuri isinya," imbuh Ono.

Sontak saja pernyataan itu dibantah tegas oleh Susi melalui akun Twitter pribadinya @susipudjiastuti. "Pembohongan publik!!! Ono Surono: Kapal China Masuk Indonesia Karena Kebijakan Susi," tulisnya.

Pernyataan Susi pun ramai mendapat tanggapan warganet. Sampai Selasa (7/1/2020) ragam cuitan lahir terkait pernyataan Ono yang melempar persoalan kapal China mengeruk hasil laut di Natuna dan membuat ketegangan antara dua negara.

Sebagian warganet dibuat geleng kepala dengan pernyataan Ono dan menyebutkan hal itu dilempar ke publik tanpa adanya data yang jelas. Seperti yang ditulis oleh @LinaPAnandya.
"Politisi PDI Perjuangan ini berbicara tanpa data jelas dan aturan yang sebenarnya," cuitnya yang disambung oleh @aselisnack yang meminta agar Ono dibina sebagai anggota DPR.
"@puan_centre tlg dibina anggota DPR tsb," tegasnya, Selasa (7/1/2020).

Tak hanya itu, @aselisnack juga menyampaikan ulang terkait testimoni seorang nelayan yang pernah dikutip oleh kumparan.com, Minggu (29/12/2019) lalu.  Akun @aselisnack menulis, bahwa kapal ikan asing itu 'menyerbu' perairan Natuna sejak seminggu setelah Bu @susipudjiastuti lengser dari jabatannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

"Selang satu minggu sejak pergantian menteri (Susi Pudjiastuti diganti Edhy Prabowo), info dari anggota kami langsung banyak kapal asing. Sebulan kemudian makin ramai. Mereka (nelayan lokal) dikejar coast guard China," ujar Herman yang ditulis oleh @aselisnack.

Baca Juga : Deretan Fakta Bentrok TNI Vs Polri di Papua yang Tewaskan 3 Anggota Polisi

Berbagai cuitan itu semakin menguatkan tulisan Susi yang secara tegas menyampaikan bahwa apa yang dinyatakan Ono sebagai pembohongan publik.

Seperti yang disampaikan @Aryprasetyo85 yang menuliskan, "Di masa @susipudjiastuti, memang pernah terjadi pelanggaran, Indonesia tegas menangkap kapal nelayan China sekalipun dikawal coast guard. Setelah insiden yang konon sampai terjadi kontak senjata, coast guard China tidak pernah lagi memasuki Natuna," cuitnya.

Susi pun tegas menyampaikan, "Pada saat dia invest kita hormati dan jaga.. pada saat dia mencuri, kita tangkap dan tenggelamkan," cuitnya.