MALANGTIMES - Niat hati ingin beli kopi dan rokok di warung, dua pria di Jember malah dibekuk polisi. Mereka adalah Muhlis (39) warga Desa Glundengan, Wuluhan dan Ponaji (43) warga Desa Kemuningsari Kidul, Jenggawah. Keduanya diringkus oleh Satreskrim Polres Jember lantaran melakukan pembelian menggunakan uang palsu.

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, tindak tanduk mereka sebelumnya telah dicurigai.  "Pelaku kami amankan saat membeli kopi dan rokok di salah satu warung yang ada ada di Wuluhan menggunakan uang palsu pecahan Rp 50 ribu," terangnya, Senin (6/1/2020) pada awak media. 

Baca Juga : Jambret Mulai Marak, Korbannya Para Ibu yang Sedang Belanja

Dalam penyidikan, kata Kapolres, diketahui Ponaji mendapatkan uang palsu tersebut dari Muhlis. Ponaji tidak cuma-cuma memperoleh uang tersebut. Ponaji harus merogoh kocek Rp 750 ribu untuk membeli uang palsu senilai Rp 1,5 juta dari Muhlis.

Berdasar keterangan pihak kepolisian, Muhlis tidak bergerak sendiri. Muhlis membeli uang palsu (upal) tersebut dari seorang warga Madura berinisial A sebesar Rp 500 ribu.

"M mendapatkan upal itu sendiri dari A seorang warga Madura yang saat ini buron dengan membeli Rp 500 ribu, jadi mereka ini sindikat," imbuhnya.

Kapolres juga mengimbau agar masyarakat benar-benar teliti dalam mengenali uang palsu. Meski sepintas mirip, tentunya ada perbedaan antara uang asli dan palsu. Ia juga mewanti-wanti kepada masyarakat, terlebih menjelang Pilkada (Pemilihan Bupati) potensi beredarnya uang palsu akan semakin tak terduga.

Baca Juga : Diduga Akibat Stroke, Tahanan Kasus Judi Polsek Klojen Meninggal Dunia

"Upal yang diedarkan pelaku hampir mendekati aslinya, warga harus teliti, harus bisa membedakan uang itu asli apa palsu terlebih mendekati Pilkada. Kami dari kepolisian akan terus melakukan pengawasan terhadap peredaran uang palsu di tahun politik saat ini," ucap mantan Kapolres Probolinggo itu. 

Selain uang sebesar Rp 1,5 juta, polisi juga mengamankan 2 handphone dari pelaku. Akibat ulahnya mengedarkan dan memperjualbelikan uang palsu, keduanya akan dijerat dengan Pasal 36 KUHP dengan ancaman hukuman 10 dan 15 tahun penjara.