Suasana Pasar Kawulo Singhasari yang direncanakan tutup selama 4 bulan ke depan karena faktor jalan yang rusak. (Ist/foto mas Jon)
Suasana Pasar Kawulo Singhasari yang direncanakan tutup selama 4 bulan ke depan karena faktor jalan yang rusak. (Ist/foto mas Jon)

MALANGTIMES - Bagi Anda penggemar wisata bernuansa pedesaan dengan berbagai pernik zaman kerajaan masa lalu, baik desain lokasi sampai dengan jajan dan pola pembayarannya,  Pasar Kawulo Singhasari yang terletak di Dusun Pasrepan, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, bisa menjadi rekomendasi menarik menghabiskan liburan.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Berbagai keunikan wisata Pasar Kawulo yang mulai beroperasi pertengahan 2019 itu cukup memberikan alternatif baru di tengah wisata lain yang ditawarkan di Kabupaten Malang atau Malang Raya. Dari sisi konsep, Pasar Kawulo mengusung zaman Kerajaan Singhasari. Tentunya dengan fasilitas yang disesuaikan dengan era saat ini. Misalnya desain bangunan para penjual yang memakai bahan bambu dan anyaman jerami sampai makanan yang dijual berkonsep tradisional Jawa.

 Tak hanya itu. Penggunaan alat bayar pun memakai uang logam zaman kerajaan, baik benggol, kethip, karobelah, sampai setali.

Berbagai keunikan dan upaya merawat budaya Jawa di era kerajaan itu cukup menyita minat wisatawan. Baik dari dalam Malang Raya sendiri sampai dengan masyarakat di Jawa Timur (Jatim) yang mendatangi wisata Pasar Kawulo Singhasari.

Sayangnya, baru berjalan sekitar setengah tahun sampai saat ini, Pasar Kawulo harus ditutup sementara. Pasalnya. kendala jalan masuk ke lokasi pasar yang terletak antara kebun kopi dan kayu mengalami rusak berat di musim hujan saat ini.

Seperti diketahui, jalur jalan menuju Pasar Kawulo memang banyak mendapat perhatian wisatawan selama ini. Jalurnya masih berupa makadam atau tanah sehingga saat musim kemarau, bila dilewati kendaraan, menyebabkan "bleduk" dan aat musim hujan saat ini tentunya terbilang sulit dilalui kendaraan. 

"Jalan menuju lokasi Pasar Kawulo rusak berat saat musim hujan begini. Karena itu, sementara ditutup operasionalnya. Ini tak bisa dihindari untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung," ucap Gaguk Priyono, pengelola Pasar Kawulo Singhasari, kepada media.

Dirinya juga menyebutkan, penutupan Pasar Kawulo direncanakan dimulai hari ini (Minggu, 5 Januari 2020) sampai 31 Maret mendatang. "Sekali lagi tidak bisa saya hindari. Tutup sementara adalah jalan terbaik," ujarnya. 

Persoalan jalur jalan ke lokasi Pasar Kawulo juga sempat ramai disampaikan wisatawan di Google. Sebut saja Akbar yang menyampaikan akses menuju Pasar Kawulo masih cukup sulit. "Untuk motor sulit melewati jalannya karena masih berupa tanah dan batu," tulisnya dalam ulasan terkait Pasar Kawulo.

 Sendang Prada menyampaikan hal sama. Dirinya yang sempat ke wisata pasar tradisional dengan konsep Kerajaan Singhasari itu saat musim kemarau mengalami kendala. "Sayang jalan masuk dan parkir mobilnya berdebu karena memang masih jalan tanah dan belum diaspal/dipaving," ucapnya.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

May Bidaniar dan Vera Febrina juga mengungkapkan hal yang sama. Mereka menyayangkan fasilitas jalan menuju lokasi wisata itu.

"Tempatnya bagus, cuma perlu perbaikan di akses jalannya yang cukup jauh dari jalan besar," tulis May. 

Vera menyebutnya, "Tempatnya bagus sekali meskipun masih baru. Sangat cocok untuk berkumpul dengan keluarga di hari minggu. Perjalanan menuju kesini jalannya makadam, harap berhati-hati."

Berbagai hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, khususnya OPD terkait dengan permasalahan itu. Saat sektor pariwisata dijadikan andalan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat, berbagai fasilitas pendukungnya seperti jalan penghubung yang masih tak layak masih bertebaran di berbagai wisata desa.

Padahal, melalui Bupati Malang Sanusi, persoalan itu yang juga kerap disampaikan kepada jajarannya. Yakni,  jalur jalan wisata perlu jadi fokus perhatian utama. "Karena pariwisata jadi salah satu program strategis Kabupaten Malang. Optimalisasi pariwisata menjadi fokus utamanya," ucapnya dalam berbagai kunjungan ke lokasi wisata potensial yang terhadang masalah jalan yang tak representatif.

Penutupan sementara Pasar Kawulo Singhasari ini pun mendapat tanggapan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang. Kepala Disparbud Made Arya Wedhantara memgatakan, pihaknya siap untuk mengomunikasikan persoalan itu dengan pihak terkait di OPD Kabupaten Malang.

"Kalau penutupan karena itu (jalan rusak), kami bisa bantu untuk mengomunikasikannya dengan pihak terkait. Kami sayangkan sebenarnya penutupan itu karena Pasar Kawulo sudah sangat dikenal di Malang Raya sampai Jatim," ujarnya.