Suasana peninjauan oleh Wali Kota Malang Sutiaji ke kantor Dinas Kepemudaan Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Jumat (3/1) (Foto: Humas Pemkot Malang)
Suasana peninjauan oleh Wali Kota Malang Sutiaji ke kantor Dinas Kepemudaan Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, Jumat (3/1) (Foto: Humas Pemkot Malang)

MALANGTIMES - Masih dalam suasana Tahun Baru, di hari ke dua kerja Wali Kota Malang Sutiaji kembali melakukan peninjauan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Sasaran kali ini, Dinas Kepemudaan, Olahraga (Dispora) dan Pariwisata yang berada di kawasan Stadion Gajayana Kota Malang, Jumat (3/1).

Sama seperti kunjungan sebelumnya yang dilakukan di Kantor Pelayanan Terpadu Kota Malang, Sutiaji kembali mengingatkan terkait Gerakan Seribu Rupiah (Gerbu) dan penggunaan minuman non kemasan plastik bagi ASN.

Selain itu, mengingat peleburan antara Dispora dan Pariwisata menjadi satu pasca Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru beberapa waktu lalu ia menekankan sinergitas fungsi kepemudaan dan olahraga dengan fungsi pariwisata. 

"Saya tekankan di sini, bahwa tidak ada yang bertolak belakang. Dan saya ingatkan pula, tidak ada bidang satu lebih penting daripada bidang yang lain. Pada skala pusat, antara kepemudaan dan olah raga dengan pariwisata sudah sangat "kawin", dan bergerak selaras," ungkapnya.

Apalagi, lanjut dia Pemerintah Pusat sedang getol menggarap pariwisata Indonesia. Mulai dari model pariwisata konvensional (alam) hingga model pariwisata yang digerakkan melalui kreativitas. Termasuk ekonomi kreatif yang pilar dominannya dikerjakan oleh generasi muda atau kaum millenial. "Di sinilah sinergitas bidang-bidang di Dispora dan Pariwisata harus bergerak secara linier serta memiliki satu visi yang selaras," imbuhnya.

Terlebih, saat ini program pengembangan BTS (Bromo Tengger Semeru) dan juga KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Singosari yang tengah diseriusi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karenanya, hal itu harus mampu ditangkap dengan sebaik-baiknya oleh kota Malang. "Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak, sudah menegaskan bahwa backbone (tulang punggung) utama dari program BTS dan KEK adalah Malang, maka itu yang harus mampu disambut Pemkot Malang, termasuk dalam hal ini Dispora dan Pariwisata Kota Malang," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan salah satu upaya penguatan bidang kepariwisataan berbasis kreativitas yakni dengan dibukanya co-working space. Di mana nantinya, setiap kecamatan di wilayah Kota Malang akan berpartisipasi dalam program tersebut.

"Harapannya, inovasi dan kreativitas muncul secara meluas dari tingkat bawah (wilayah) sehingga mampu menopang langkah program ini ke depan," jelasnya.