Sumber foto: Muhammadiyah (istimewa)
Sumber foto: Muhammadiyah (istimewa)

MALANGTIMES - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Yunahar Ilyas Lc meninggal dunia Kamis, 2 Januari 2020 pukul 23.47 pada usia 64 tahun di RS Sardjito Yogyakarta.

Dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), dr Agus Taufiqurrahman menyampaikan, Prof Yunahar semula ke rumah sakit dalam rangka persiapan cangkok ginjal.

Baca Juga : Sehari 9 Korban Covid-19 di Surabaya Meninggal, Gubernur Minta Contoh Magetan Tekan Kasus

"Namun karena kondisi Prof Yunahar menurun, kemudian dirawat di ICU," jelas Agus, Jumat (3/1/2020).

Pelepasan jenazah Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut akan dilakukan di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta pada pukul 13.00 WIB nanti.

"Dan setelah pelepasan, jenazah akan dimakamkan di Pemakaman Muslim Karangkajen," terangnya.

Jenazah berada di Kantor PP Muhammadiyah Cik Ditiro No 23 Yogyakarta, dan akan dibawa ke Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta pada pukul 10.30 WIB.

Agus mengatakan, sosok Prof Yunahar merupakan ulama besar yang sangat tinggi dedikasi terhadap dakwah Islam. 

"Bahkan dalam kondisi kurang sehat pun beliau masih aktif berdakwah. Kajian dan karya-karya beliau selalu menginspirasi kami generasi di bawah beliau," kenangnya.

Sekadar diketahui, Prof Yunahar Ilyas merupakan Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Tarjih dan Tabligh. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengungkapkan Yunahar memiliki penguasaan ilmu agama yang mendalam, khususnya di bidang tafsir.

"Saya telah lama berkawan dan berinteraksi secara intens dengan Prof Yunahar sejak tahun 1980. Banyak teladan yang baik yang dapat diambil dari beliau. Penguasaan ilmu agama yang mendalam khususnya di bidang tafsir, kepiawaian dalam bertabligh yang mudah dicerna umat, ramah dan mudah bersahabat, serta kehati-hatian dalam bersikap sehingga seksama dan bijaksana," bebernya.

Haedar mengatakan, Muhammadiyah sungguh kehilangan figur ulama yang santun dan menjunjung akhlak mulia.

Baca Juga : Pasien Positif Covid-19 Meningkat, Polres Malang Ancam Warga yang Tolak Pemakamannya

"Beliau rutin mengajar tafsir di gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta dan Jakarta serta dikenal ringan hati untuk memberi pengajian ke manapun," ucapnya.

Selain itu, Almarhum juga meninggalkan sejumlah buku penting dan menulis tarikh di Suara Muhammadiyah secara rutin. 

"Semoga semuanya menjadi amal jariyah yang terus mengalir baginya, almarhum husnul khatimah dan diterima di sisi Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal 'alamiin," pungkas Haedar.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi Pendidikan; Penelitian dan Pengembangan; dan Kebudayaan Prof Dr H Muhadjir Effendy MA menyampaikan bahwa selama ini dirinya merasa sangat dekat dengan Almarhum.

"Saya merasa sangat dekat dengan Prof Ustadz Yunahar. Karena dalam kapasitas sesama unsur PP Muhammadiyah, banyak urusan yang harus saya diskusikan dan meminta persetujuan. Alhamdulilah selama ini saya belum pernah tidak mendapatkan titik temu dalam beda pendapat dengan beliau," katanya saat dihubungi MalangTIMES, Jumat (3/1/2020).

Lebih lanjut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia tersebut mengungkapkan bahwa Prof Yunahar memiliki penguasaan ilmu agama yang sangat mendalam dan luas.

"Beliau sangat mendalam dan luas penguasaan ilmu khususnya ilmu agama. Pandangan-pandangannya selalu didasarkan pada dalil yang kuat. Almarhum keukeuh dalam berprinsip. Bagi yang tidak kenal Beliau, pandangannya sering dianggap kaku, tetapi bagi yang sudah kenal dekat, Beliau sangat luwes dan terbuka menerima perbedaan pendapat," tandasnya.