Tanggulangi Macet, Pemkot Wacanakan Parkir Satu Atap di Tengah Kota

Jan 01, 2020 18:18
Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - MALANGTIMES - Kemacetan semakin parah, menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Bagaimana tidak, hingga kini kesadaran akan pengguna kendaraan dan petugas parkir masih kerap menyalahi aturan dengan memakai sembarang tempat untuk lahan parkir.

Papan tanda larangan seakan diabaikan, bahkan kendaraan besar seperti bus pariwisata kerap ditemui parkir di pinggir jalan raya. 

Baca Juga : Tekan Persebaran Covid-19, Mudik Gratis Pemkot Malang Ditiadakan

Penertiban sudah rutin dilakukan, namun masih saja ditemui pengguna kendaraan maupun petugas parkir yang bandel.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Handi Priyanto membenarkan jika selama ini penyumbang kemacetan di Kota Malang itu lantaran banyak bus wisata atau kendaraan besar yang parkir di beberapa titik seperti Alun-Alun Kota Malang, dan kawasan Pasar Besar.

Menurutnya, hal itu karena keterbatasan lahan parkir sehingga solusinya harus dengan membuat parkir terpadu satu atap. 

"Semua parkir terkonsentrasi pada satu titik di Alun-Alun Mal (Ramayana) atau di Pasar Besar lantai atas. Kalau seperti itu (parkir satu atap) pinggir jalan yang biasanya riuh dengan bus pariwisata bisa lengang dan tidak macet lagi," ujarnya belum lama ini.

Sebetulnya, wacana pembuatan parkir terpadu satu atap sudah digaungkan Pemkot Malang sejak 2018 lalu. Namun, hingga awal tahun 2020 ini perencanaan itu masih dalam tahap pengkajian.

Handi menjelaskan, jika nanti pembangunan kawasan parkir terpadu satu atap bisa direalisasikan maka kendaraan besar akan terpusat di satu titik. 

Selain menekan angka kemacetan, wisatawan yang datang bisa memanfaatkan akses jalan kaki di sekitar kawasan Alun-Alun Kota Malang hingga Kayu Tangan.

"Nanti wisatawan yang banyak dari luar kota itu kebanyakan menghabiskan waktu di wilayah sana. Jadi mereka bisa memanfaatkan akses jalan kaki, dan mereka juga jauh lebih bisa menikmati deretan bangunan bersejarah yang ada di sepanjang jalan (Kawasan Kayu Tangan Heritage)," imbuhnya.

Tak hanya di kawasan Alun-Alun Mal, hal itu juga diharapkan bisa diterapkan di area Pasar Besar.

Nantinya, kawasan parkir bisa diletakkan di lantai paling atas. 

Baca Juga : Driver Ojol di Malang Mulai Mengeluh Orderan Sepi

Sementara area parkir yang ada sekarang bisa disterilkan untuk dapat memperlancar arus lalu lintas.

"Kalau kami sudah dari dulu ingin seperti itu (punya kawasan parkir terpadu). Tapi kan masih dilihat dulu apakah sesuai atau tidak dengan perencanaan," tandasnya.

Topik
MalangBerita MalangMacet malangDishub Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru