Foto Dokumentasi MalangTIMES
Foto Dokumentasi MalangTIMES

MALANGTIMES - Malang dikenal sebagai salah satu kota yang kaya akan budaya dan tradisi. Sederet atraksi yang disuguhkan dalam berbagai kegiatan pun selalu mampu menarik perhatian. Jadi tak heran, ada begitu banyak festival budaya dan seni di Kota Malang yang masuk sebagai jajaran festival keren yang disuguhkan di Jawa Timur.

Sebut saja Malang Flower Carnival yang tak hanya dikenal sebagai salah satu festival keren di Jatim, tapi sejak beberapa tahun terakhir juga masuk kalender 100 Wonderful Indonesia. Kemudian ada Festival Jaranan hingga Festival Panji Nusantara yang rutin digelar secara berkala di Kota Pendidikan ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan, budaya dan tradisi merupakan salah satu kekayaan yang harus terus dijaga. Selain untuk bisa dikenalkan ke masyarakat dan wisatawan, tradisi dan budaya yang ada juga dapat terus dilestarikan.

Pasalnya, kesenian budaya dan tradisi selama ini juga selalu menjadi daya tarik tersendiri. Bukan hanya di Kota Malang saja, tapi juga banyak daerah lain yang kemudian memilih mengembangkan budaya dan seni tradisi. Selama ini, Kota Malang pun telah mengemasnya dalam berbagai kegiatan festival.

Sejauh ini, seniman yang berada di bawah naungan Disbudpar Kota Malang pun selalu aktif berperan dalam agenda festival seni dan budaya yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga kancah internasional.

"Tahun ini kita memang tak turut serta kegiatan di Situbondo, karena keterbatasan anggaran," katanya pada MalangTIMES.

Lebih jauh Dayu menerangkan, 2020 mendatang Disbidpar Kota Malang akan melebur menjadi satu dengan Dinas Pendidikan Kota Malang. Dengan peleburan itu, dia pun optimis jika kesenian dan budaya yang dimiliki akan semakin mampu terekapose dengan lebih baik ke publik.

Sederet kegiatan menurutnya akan diselenggarakan lebih maksimal lagi. Berbagai event yang sukses digelar tahun-tahun sebelumnya akan dikemas lebih menarik dan atraktif lagi saat terjadi penggabungan dengan Disdik nantinya. Sehingga, kesenian tradisi dan budaya di Kota Malang tak hanya dikenal masyarakat dalam negeri saja, melainkan juga menyentuh masyarakat internasional.

"Tahun depan mestinya lebih menggeliat lagi," terang dia.

Perempuan yang akrab disapa Dayu itu juga menyampaikan, pada 2020 Kota Malang akan kembali menjadi tuan rumah dalam gelaran Festival Panji. Kali ini, Festival Panji akan berskala internasional. Jika tahun sebelumnya Festival Panji di Kota Malang menghadirkan tamu asal Thailand, Kamboja, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya, maka tahun depan ditargetkan akan menjangkau lebih besar lagi.

Dengan dipercayanya Kota Malang untuk menghadirkan kembali Festival Panji, maka ia optimis perkembangan seni dan budaya Kota Malang akan lebih dikenal lagi. Sehingga ia juga terus mendorong agar kesenian tradisi dan budaya terus dikembangkan bersama-sama.

"Pemerintah Provinsi Jatim sudah sampaikan itu kepada kami, maka dipastikan kami akan mendapat suntikan anggaran dari Pemprov saat gelaran Festival Panji Internasional berlangsung," pungkas Dayu.