Foto Dokumentasi MalangTIMES
Foto Dokumentasi MalangTIMES

MALANGTIMES - Menapaki 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memiliki sejumlah resolusi. Mengawali tahun, Kota Pendidikan ini memilih fokus untuk menyelesaikan sederet permasalahan yang ada. Mulai dari realisasi sederet pembangunan dan mega proyek, hingga fokus pada problem-problem klasik seperti macet dan banjir.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, sepanjang 2019 sudah banyak pencapaian yang diraih. Baik dalam kancah nasional, maupun internasional. 

Meski begitu, pencapaian yang diperoleh tak semestinya membuat bersantai. Melainkan harus dijadikan motivasi untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi.

"Di antaranya kita masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik melalui Brexit dari Kemenpan RB. Program Lelang Kinerja kita juga menjadi acuan. Selain itu, Kemenhub juga memberikan penghargaan Wahana Tata Nugraha, dan masih banyak lagi," katanya.

Lebih jauh dia menyampaikan, sederet inovasi sudah disiapkan untuk meningkatkan kinerja sepanjang 2020. Salah satunya melalui Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru yang belum lama disahkan. 

Dengan ditetapkannya SOTK baru itu, maka ada perampingan dan efisiensi anggaran hingga Rp 67 miliar. Sederet program yang ditetapkan dalam Lelang Kinerja pun ia yakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kota yang juga berjuluk sebagai Kota Bunga ini.

Terlepas dari pencapaian itu, Sutiaji tetap memberikan evaluasi terhadap sederet permasalahan yang masih harus menjadi pekerjaan rumah. Di antaranya adalah masalah kemacetan dan banjir. Berbagai skema pun dia sebut telah disiapkan untuk mengatasi permasalahan itu.

Dia menyampaikan, secara bertahap Pemkot Malang akan melakukan pembebasan lahan pada sekitar 21 persimpangan. Lantaran pelebaran di persimpangan melalui kajian yang dibuat cukup efisien untuk mengatasi kemacetan. Sejak 2020, pelebaran jalan dan pembebasan lahan dia pastikan akan berjalan.

"Pembebasan lahan dan pembenahan serta pelebaran dilakukan secara bertahap," tambahnya.

Sementara berkaitan dengan banjir, pria berkacamata ini menyampaikan, pembenahan drainase menjadi fokus utama. Selain itu, melalui Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen (GASS) yang baru saja di-launching, diharapkan mampu meminimalkan penyebab banjir. Masyarakat pun ia ajak untuk berperan aktif menjaga lingkungan.

"Ke depan kita terus tingkatkan infrastruktur penanganan banjir secara menyeluruh," tegas Sutiaji.

Sedangkan untuk beberapa mega proyek yang akan digarap pada 2020 ini di antaranya Malang Creative Center, Jembatan Kedungkandang, Islamic Center serta pengembangan Koridor Kayutangan atau Kampung Wisata Heritage. Seluruhnya telah direncanakan melalui APBD 2020 yang telah disepakati dan disetujui.

"Layanan publik secara online pada 2020 juga akan lebih ditingkatkan, perangkat daerah harus lebih meningkatkan kinerjanya," paparnya.

Lebih jauh Sutiaji menerangkan, jika penilaian kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi perhatian tersendiri. Mulai tahun ini akan diterapkan rompi khusus untuk memberi sanksi bagi ASN dengan kinerja buruk. Sedangkan bagi ASN yang berprestasi akan mendapatkan reward khusus, di antaranya berupa tunjangan khusus.