Kika: Kepala Disbudpar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni, Kepala BPNB DIY Dra. Dwi Ratna Nurhajarini, M.Hum, Kasi Pengelolaan Barang Bukti Kejari Malang KN Kusuma SH, dan Kepala Bakesbangpol Kota Malang Zulkifli Amrizal saat memberi materi (Istimewa).
Kika: Kepala Disbudpar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni, Kepala BPNB DIY Dra. Dwi Ratna Nurhajarini, M.Hum, Kasi Pengelolaan Barang Bukti Kejari Malang KN Kusuma SH, dan Kepala Bakesbangpol Kota Malang Zulkifli Amrizal saat memberi materi (Istimewa).

MALANGTIMES - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dukung penuh upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang untuk sosialisasikan dasar hukum yang mengikat Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Terutama berkaitan dengan pengurusan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang semestinya memang melekat pada masing-masing paguyuban penghayat kepercayaan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, Zulkifli Amrizal menyampaikan, secara umum setiap organisasi maupun paguyuban harus terdaftar. Tanpa kecuali paguyuban penganut kepercayaan yang selama ini sudah banyak tercatat di Kota Malang.

"Dan selanjutnya akan didaftarkan ke Kemenkumham untuk mendapatkan administrasi secara sah," katanya pada MalangTIMES.

Pria berkacamata itu menyampaikan, ketika telah mengantongi SKT, maka setiap paguyuban yang terdaftar akan mudah mendapatkan pendampingan dari Pemerintah Kota Malang. Diantaranya melalui sederet kegiatan yang menyasar langsung kepada setiap paguyuban.

Sehingga dia mendorong agar penghayat kepercayaan di Kota Pendidikan ini untuk segera mendaftarkan paguyubannya sesuai prosedur yang berlaku. Dengan begitu ia optimis, hak dan kewajiban paguyuban penghayat kepercayaan di Kota Malang dapat terpenuhi secara maksimal.

Foto bersama peserta kegiatan peningkatan kapasitas dan fasilitasi paguyuban penghayat kepercayaan dan seniman serta budayawan oleh Disbudpar Kota Malang (Istimewa)

"Kami selalu mendorong agar segera mendaftatkan sesuai ketentuan yang ada," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni menambahkan, cara memperoleh SKT sangat mudah. Caranya adalah dengan mengisi formulir di Bakebangpol Kota Malang. Kemudian dapat dilanjutkan ke Kemenkumham oleh Bakesbangpol Kota Malang.

"Kami selalu dorong ke arah sana, karena memang belum semua paguyuban penghayat kepercayaan yang memiliki SKT," terang perempuan berambut pendek itu.

Lebih jauh perempuan yang akrab disapa Dayu ini menyampaikan, Disbudpar Kota Malang baru saja menggelar kegiatan peningkatan kapasitas dan fasilitasi paguyuban penghayat kepercayaan dan seniman serta budayawan. Kegiatan tersebut berlangsung pada 26 Desember hingga 28 Desember 2019, dengan melibatkan 15 perwakilan Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan beberapa perwakilan seniman dan budayawan.