Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho (tengah) saat memberi materi dalam agenda peningkatan kapasitas dan fasilitasi paguyuban penghayat kepercayaan dan seniman serta budayawan oleh Disbudpar Kota Malang (Istimewa).
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho (tengah) saat memberi materi dalam agenda peningkatan kapasitas dan fasilitasi paguyuban penghayat kepercayaan dan seniman serta budayawan oleh Disbudpar Kota Malang (Istimewa).

MALANGTIMES - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bagi tips dan trik khusus dalam mengelola budaya leluhur kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang. Hal itu dibagikan dalam kesempatan kunjungan kerja Disbudpar Kota Malang dalam rangka kegiatan peningkatan kapasitas dan fasilitasi paguyuban penghayat kepercayaan dan seniman serta budayawan.

Dalam kunjungan kerja yang diikuti 15 orang Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan beberapa perwakilan seniman dan budayawan itu, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho menyampaikan beberapa hal yang perlu ditingkatkan berkaitan dengan budaya.

Aris menyampaikan, budaya saat ini sangat erat kaitannya dalam perputaran ekonomi. Bahkan bisa dibilang mampu menjadi salah satu bagian investasi yang paling penting. Karena dalam berbagai aktivitas pentas seni, perputaran ekonomi kerakyatan mampu bergeliat.

"Dalam setiap agenda kesenian, bisa kita lihat ada yang jualan mainan hingga makanan dan minuman, maka kegiatan seni budaya bjmisa disampaikan sebagai bagian investasi," katanya saat acara diskusi hari ke dua dalam rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas dan fasilitasi paguyuban penghayat kepercayaan dan seniman serta budayawan Disbudpar Kota Malang yang digelar di Kantor Dinas Kebudayaan DIY.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Kota Malang, Achmad Supriadi  (istimewa)

Dia juga menyampaikan jika setiap kebudayaan yang dimiliki berbagai daerah harus terus dikembangkan. Setiap pemerintah juga memiliki andil besar dalam perkembangan kebudayaan yang dimiliki setiap daerah. Caranya melalui berbagai pembinaan yang dilakukan sejak masih dini.

"Kami kembangkan karawitan cilik hingga taman budaya, yang kegiatannya adalah berkaitan dengan kebudayaan," tambahnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disbudpar Kota Malang, Achmad Supriadi menyampaikan, diskusi yang juga dihadiri Kepala Disbudpar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni tersebut berlangsung cukup khidmat. Di mana sederet pertanyaan diajukan oleh audiens dalam kegiatan tersebut.

Sebagai informasi, kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut merupakan rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas dan fasilitasi paguyuban penghayat kepercayaan dan seniman serta budayawan oleh Disbudpar Kota Malang. 

Kegiatan berlangsung pada 26 Desember hingga 28 Desember 2019, dengan melibatkan 15 perwakilan Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan beberapa perwakilan seniman dan budayawan.