Dari kiri, Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, Wakapolresta Malang Kota, Kompol Arie Tristawan, Kabag  Ops, Kompol Sutantyo (ist)
Dari kiri, Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, Wakapolresta Malang Kota, Kompol Arie Tristawan, Kabag Ops, Kompol Sutantyo (ist)

MALANGTIMES - Periode 2019, di wilayah hukum Polresta Malang Kota, kasus pencurian sepeda motor (curanmor) masih tercatat sebagai kejahatan yang mendominasi dan menduduki peringkat pertama dari kejahatan lainnya.

Kasus curanmor masih seringkali terjadi di wilayah Kecamatan Lowokwaru dan juga Kecamatan Klojen. Pasalnya kawasan tersebut banyak dikelilingi kampus dengan ribuan mahasiswa pendatang yang membawa kendaraan. Lokasi yang banyak menjadi sasaran, selain kawasan permukiman, adalah di lokasi tempat kos-kosan.

"Dari data sepanjang tahun 2019, kasus curanmor sebanyak 248, pencurian dengan kekerasan 12 dan pencurian dengan pemberatan 88. Kasus lain perjudian 5 dan pembunuhan 1 kasus. Sehingga jumlah 354 kasus dan sudah terselesaikan 244 kasus," terang Wakapolresta Malang Kota, Kompol Arie Trestiawan, Senin (30/12/2019).

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika ditotal dari jumlah kejadian, maka pada tahun 2019, terdapat 1.061 laporan kejadian. Dari jumlah tersebut 672 laporan kasus telah terselesaikan, sementara sisanya masih belum. Dari jumlah penyelesaian tersebut, jika diprosentase penyelesaian sekitar 63,4 persen.

"Untuk tahun 2018, ada 981 laporan kasus, dan bisa terselesaikan sekitar 44,4 persen atau 350 laporan kasus bisa terselesaikan," tambahnya.

Untuk ungkap kasus 2019 di jajaran Polsek, Polsek Klojen paling banyak mengungkap kasus, yakni sebanyak 12 kasus dengan 15 tersangka. 
Polsek Lowokwaru pada urutan kedua, dimana ungkap tujuh kasus dengan delapan tersangka, kemudian Polsek Blimbing ungkap tiga kasus dengan lima tersangka. Polsek Sukun ungkap tiga kasus dengan lima tersangka dan Polsek Kedungkandang ungkap satu kasus dengan satu tersangka.

Kedepan, untuk terus menjaga kondusivitas dan menekan angka kejahatan terjadi di wilayah Polresta Malang, pihaknya akan semakin menggencarkan patroli keamanan serta terus berupaya memberikan imbauan-imbauan keamanan kepada masyarakat.

"Peran serta masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah perlu terus digalakkan. Jangan segan untuk melaporkan hal-hal yang mencurigakan kepada petugas, saling bekerjasama dan memberikan informasi, guna menciptakan keamanan bersama," pungkasnya.