Kepala BNN Kota Batu AKBP Mudawaroh saat melakukan rilis di kantor BNN Kota Batu, beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kepala BNN Kota Batu AKBP Mudawaroh saat melakukan rilis di kantor BNN Kota Batu, beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kota Batu sebagai jujukan tempat wisata rentan akan penyalahgunaan atau peredaraan gelap narkoba. 

Dengan situasi darurat narkoba beragam upaya telah dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu untuk menekan turunnya angka pengguna di Kota Batu.

BNN Kota Batu menggandeng beberapa instansi untuk bersinergi. 

BNN Kota Batu bersama Polri, TNI, Bea Cukai, Imigrasi, Pemerintah Kota Batu dan instansi terkait bersinergi melakukan upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). 

“Upaya P4GN itu dilaksankan oleh satu sub bagian dan tiga seksi yang bersinergi dengan isntansi terkait,” ungkap Kepala BNN Kota Batu, AKBP Mudawaroh.

Sebagai upaya pemberantasan, BNN Kota Batu melakukan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat lewat program pembangunan berwawasan anti narkoba (Bang Wawan), yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. 

“Pemangku kepentingan di sini dari lingkungan pendidikan, dan masyarakat,” imbuhnya

Melalui Bang Wawan ini tahun 2019, BNN Kota Batu sudah melakukan advokasi kepada 20 lembaga yang dilakukan pada 10 lembaga lingkungan pendidikan, dan 10 lembaga di lingkungan masyarakat. 

“Dari seluruh lembaga tersebut, 4 lembaga dinyatakan responsif yaitu 2 lembaga pendidikan dan 2 lembaga masyarakat,” kata mantan Wakapolres Batu. 

Kemudian BNN Kota Batu juga melakukan diseminasi Kota Batu lewat berbagai media. 

BNN juga mengajak seluruh komponen masyarakat berperan serta dalam upaya P4GN melalui program pemberdayaan masyarakat. 

Seperti pembentukan relawan anti narkoba di lingkungan swasta sebanyak 10 orang dan lingkungan masyarakat sebanyak 10 orang. 

Selain itu juga telah terbentuk penggiat anti narkoba sebanyak 80 orang. 

“Kami juga telah melaksanakan tes urine secara mandiri yang dilakukan para pemangku kepentingan. Kami telah melaksanakan tes urine kepada 3.389 orang," tambahnya. 

Selain itu juga telah menyelenggarakan layanan rehabilitasi rawat jalan kepada 35 orang dan layanan asesmen terpadu kepada 10 orang tersangka. 

Hingga menyelenggarakan layanan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan (SKHPN) di Klinik Pratama BNN diberikan layanan kepada 1063 orang.