Salah satu ular kobra yang berhasil ditangkap saat ditemukan didalam rumah warga Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang
Salah satu ular kobra yang berhasil ditangkap saat ditemukan didalam rumah warga Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang

MALANGTIMES - Meski sudah dimasukkan ke dalam botol air mineral ukuran 1,5 liter, seekor anakan ular kobra yang sempat meneror rumah warga ini masih nampak begitu agresif. Bahkan, ular dengan panjang sekitar 20 sentimeter tersebut, terus mencoba untuk mematuk warga yang sibuk merekam sekaligus memfoto penampakan ular yang berulang kali ditemukan di dalam rumah warga tersebut.

”Di kampung saya mulai marak diteror penemuan ular jenis kobra ini sejak dua mingguan, yang diketahui saja sudah ada 6 rumah yang pernah dimasuki ular kobra,” kata Ronny Swandana warga kawasan Pabrik Penamas, Desa Sonosari, Kecamatan Pakisasi, Kabupaten Malang ini.

Kepada MalangTIMES.com, Ronny mengaku jika ular yang memiliki nama ilmiah Naja Sputatrix ini ditemukan di dalam rumah warga pada waktu pagi, siang, hingga malam hari. ”Dikampung saya memang sering (rumah dimasuki ular), di tempat saya saja sudah 2 kali ini,” keluh Ronny.

Terbaru, Selasa (24/12/2019) tengah malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Ronny yang saat itu sedang lembur menyelesaikan pekerjaannya, mendengar ada suara berisik dari arah dapur. ”Saya kerja sebagai designer, jarak antara ruang kerja dan dapur di rumah saya memang bersebelahan,” sambung Ronny.

Merasa terganggu, pria 34 tahun itu berniat menjebak hewan yang sempat dikira tikus tersebut. Setelah menyiapkan berbagai perlengkapan mulai dari sapu dan keranjang, Ronny bergegas mendatangi ke sumber suara.

”Pas mau saya tangkap ternyata bukan tikus, terlihat ekor yang sangat panjang. Bentuk dan warnanya mirip seperti ular kobra, panjangnya sekitar 1 meteran. Saya yakin yang ada di dalam rumah saya adalah ular kobra,” ungkap Ronny.

Merasa terkejut, Ronny yang saat itu melompat ketakutan bergegas menutup pintu dapur dan meminta bantuan kepada para tetangganya. ”(Tetangga) Tidak ada yang berani, jadi saya berinisiatif menghubungi PMK Kabupaten Malang,” terang Ronny.

Sekitar 30 menit setelah mendapat laporan, 3 personel PMK Kabupaten Malang dikerahkan ke lokasi penemuan ular. Namun, meski dilakukan penyisiran selama hampir 1 jam. Petugas korps berseragam biru tersebut, tidak berhasil mendeteksi keberadaan ular kobra.

”Kemarin petugas hanya memberikan parfum dibeberapa ruangan yang diduga dilalui kobra, katanya untuk menghilangkan bau tikus yang biasanya dimangsa oleh kobra,” tutur Ronny.

Teror penemuan salah satu ular paling berbisa didunia tersebut, bukan kali pertama terjadi di rumah Ronny. ”Sudah 2 kali ini (rumahnya dimasuki ular). Sebelumnya, minggu kemarin, pas satu minggu lalu, rumah saya juga kemasukan ular. Sama, ular kobra juga, hanya ukurannya lebih kecil, sekitar 20 sentimeteran lah,” ucap Ronny, Rabu (25/12/2019).

Saat itu, Ronny menangkap ular kobra yang diduga masih anakan tersebut menggunakan pencapit makanan sebelum akhirnya dimasukkan kedalam botol. ”Dulu ularnya kecil jadi masih berani. Setelah saya tangkap, saya masukkan ke botol dan dibuang ke sungai. Tidak saya bunuh,” ujar Ronny.

Setelah mendapat teror penemuan ular kobra sebanyak 2 kali, rumah pria yang berusia lebih dari kepala tiga tersebut langsung dipermak. Dari pantauan MalangTIMES.com, beberapa orang pekerja nampak membersihkan seluruh ruangan yang ada di rumah Ronny.

”Ya saya bersihkan, lubang-lubang juga saya tutup. Katanya ular tidak suka tempat yang bersih, jadi saya jaga kebersihan saja biar tidak dimasuki ular lagi,” pungkasnya.