Pedagang daging ayam di Pasar  Besar Kota Malang saat mengolah daging untuk dijual. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Pedagang daging ayam di Pasar Besar Kota Malang saat mengolah daging untuk dijual. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - MALANGTIMES - Momen perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) rupanya memberikan keuntungan bagi beberapa pihak. Salah satunya, bagi pedagang daging ayam di Pasar Besar Kota Malang.

Ya, di momen perayaan Nataru, permintaan daging ayam saat ini meningkat jauh. Peningkatan penjualan daging ayam potong itu terhitung sejak satu minggu terakhir ini.

Salah satu pedagang daging ayam potong di Pasar Besar, Hamidah, menyatakan, meski di awal Desember 2019 ini harga daging ayam sempat naik, penjualan menjelang perayaan Nataru mencapai 20 persen.

"Mepet Natal dan jelang tahun baru ini, penjualan meningkat 20 persen. Kalau sehari-hari biasanya ayam yang tepotong itu 50 ekor, saat ini bisa mencapai 60-an ekor sehari," ungkapnya.

Terkait harga jual daging ayam sendiri dalam momen  Nataru relatif stabil. Yakni di kisaran Rp 33 ribu hingga Rp 34 ribu per kg. Menurut Hamidah, kestabilan harga daging ayam saat ini karena stok dan pasokan dari peternak cukup lancar. 

"Saat ini daging ayam normal, Rp 33 ribuan atau Rp 34 ribuan. Stoknya insya Allah juga masih banyak. Nggak sampai kehabisan," imbuhnya.

Hamidah berharap, kestabilan harga daging ayam tetap bertahan hingga setelah perayaan tahun baru mendatang. Apalagi, jumlah permintaan dari masyarakat meningkat lebih tinggi. "Semoga sampai tahun baru tetap stabil ya, karena biasanya permintaan daging lebih tinggi saat mepet," pungkasnya.