Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Keberadaan pasar tradisional tampaknya masih akan menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Pemerintah Kota Malang, utamanya Dinas Perdagangan, hingga tahun depan. Pasalnya, sepanjang 2019 ini sebagian besar keluhan yang disampaikan masyarakat  terkait keberadaan pasar tradisional atau pasar rakyat.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto menyampaikan, pasar yang paling banyak dikeluhkan adalah Pasar Gadang. Keluhan selama ini banyak disampaikan masyarakat melalui aplikasi yang dibuat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang. "Sebanyak 60 persen keluhan adalah Pasar Gadang," katanya, Senin (23/12/2019).

Keluhan berkaitan dengan masalah kemacetan yang selalu terjadi di kawasan pasar dan sekitarnya. Selama ini, langkah yang diambil adalah melakukan koordinasi dengan pihak Provinsi Jawa Timur dan Dishub Kota Malang. Sebab, kemacetan di antaranya juga dikarenakan adanya kendaraan besar seperti bus yang saat ini tak lagi mangkal di Terminal Hamid Rusdi.

"Kondisi di sana memang sangat crowded. Maka kami akan terus komunikasikan dengan Provinsi Jatim," ucap Wahyu.

Lebih jauh dia menyampaikan, pembangunan Pasar Gadang sampai saat ini belum menemui titik terang. Bahkan, pembangunan itu masih belum direncanakan tahun depan. Meski begitu, dia menegaskan  komunikasi dengan pihak investor selalu dilakukan. "Investor ada komitmen untuk membangun, tapi realisasinya memang masih belum," katanya.

Wahyu menyampaikan, pembangunan Pasar Gadang tak dilakukan menggunakan APBD atau dana bantuan dari pemerintah pusat dikarenakan sebelumnya telah terikat dengan perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak ketiga. Sehingga pembangunan akan tetap dilakukan bersama dengan pihak ketiga.

"Karena sudah ada investor, maka harus tetap menyesuaikan. PKS dibuat 2013 dan masanya sama, 30 tahun," tambah Wahyu.

Selain Pasar Gadang, pembangunan Pasar Blimbing juga masih menyisakan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Malang pada 2020 mendatang. Termasuk juga rencana pembangunan Pasar Besar yang saat ini masih menunggu hasil forensik dari tim Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS).

"Pasar Besar keputusan akan dibenahi saja atau dibangun total masih menunggu kajian dari tim uji forensik ITS. Minggu ini mereka turun ke lapangan dan kami harapkan tahun depan sudah ada kejelasan," pungkas Wahyu.