Kasubag Humas Polresta Malang Kota, IPDA Ni Made Seruni Marhaeni (paling kanan)(ist)
Kasubag Humas Polresta Malang Kota, IPDA Ni Made Seruni Marhaeni (paling kanan)(ist)

MALANGTIMES - Hari ini, 22 Desember 2019,  diperingati sebagai Hari Ibu Nasional.  

Peran seorang ibu bagi bangsa ini begitu besar. Banyak pemimpin-pemimpin tangguh pembangun bangsa, lahir, dibesarkan dan dididik oleh seorang ibu. 

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

Karena itulah peran serta seorang ibu bagi bangsa uni tidaklah terelakkan.

Namun bicara mengenai ibu sebagai sosok perempuan yang tangguh dan notabene adalah seorang wanita, ternyata sangatlah rentan dalam turut serta penyebaran suatu informasi yang terkadang belum dipastikan kebenarannya.

Terlebih lagi, ditengah kemajuan zaman yang masuk dalam era milineal seperti saat ini.

Telah banyak kasus yang memang melibatkan kaum wanita, seperti ibu-ibu dalam penyebaran informasi yang belum terbukti kevalidannya.

Sebab, terkadang kaum wanita atau ibu, ketika menerima informasi, langsung saja menyebarkan tanpa melakukan pengecekan terlebih dulu kebenarannya.

Melihal hal itu, Ni Made Seruni Marhaeni, sosok perempuan asal Bali yang juga merupakan Kasubag Humas Polresta Malang Kota ini, mengajak para kaum ibu untuk bisa lebih cerdas dan bijak dalam memanfaatkan teknologi.

Sebab, jika dengan sembarangan memanfaatkan teknologi seperti contohnya media sosial dengan menyebarkan informasi yang tak benar, tentu hal tersebut justru akan merugikan dan bisa membuat berurusan dengan hukum.

"Di era milenial dengan derasnya arus informasi, para ibu harus lebih bijak dalam memakai media sosial. Hal ini dilakukan, agar para ibu tidak terjerat kasus hukum, dan menyebarkan informasi yang salah," ungkap perempuan yang memiliki dua cucu tersebut.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

Ditegaskannya, sebelum menyebarkan suatu informasi, diharapkan bisa melakukan cek dan ricek data maupun kebenaran informasi yang akan disebarkan. 

Pengecekan bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Sehingga dengan begitu, ketika membagian sebuah informasi, maka informasi yang disebarkan adalah informasi yang valid dan bukan informasi hoax.

Ia juga menyampaikan, sebagai seorang ibu, juga harus bisa menjadi filter atau benteng bagi anak dari hal-hal yang memang tak pantas didapatkan seorang anak, baik itu sebuah informasi atau hal lainnya.

"Para ibu harus bisa mengedukasi diri sendiri dan anak di lingkup keluarga, dan terus berkolaborasi untuk melek perkembangan teknologi. Mereka juga harus bisa menjadi filter informasi yang diterima anak anaknya, mana informasi positif dan negatifnya, supaya generasi muda juga mendapat edukasi teknologi yang baik," pungkasnya.