Foto Dokumentasi MalangTIMES
Foto Dokumentasi MalangTIMES

MALANGTIMES - Hingga November 2019, angka stunting di Kota Malang tercatat mencapai 19,7 persen atau tepatnya sekitar 1.640 kasus. Angka itu mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai dua ribu kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Supranoto menyampaikan, kasus stunting memang menjadi perhatian tersendiri sepanjang 2019. Pada 2020 mendatang, Dinkes Kota Malang menargetkan agar kasus stunting kembali mengalami penurunan.

"Tahun depan kami target ada penurunan hingga seribu kasus," katanya pada wartawan belum lama ini.

Pranoto menjelaskan, sederet upaya terus dilakukan untuk menekan angka stunting. Selain memberdayakan kader di masing-masing kelurahan untuk meningkatkan gizi ibu hamil dan kondisi sebelum kehamilan, juga dilakukan sederet inovasi baru.

Di antaranya juga menginisiasi keberadaan posyandu remaja, yang diyakini mampu meningkatkan edukasi sejak dini berkaitan dengan reproduksi. Sehingga, bayi yang dilahirkan dan ibu yang melahirkan sehat dan selamat. Selain itu pemenuhan gizi akan tercapai sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan.

"Edukasi harus terus dilakukan agar stunting benar-benar dapat ditekan," jelasnya.

https://risetcdn.jatimtimes.com/images/2019/12/21/Kasus-Stunting-di-Kota-Malang626f3e3334262cc8.jpg

Lebih jauh dia menyampaikan, selama ini kader kesehatan di masing-masing kelurahan akan memantau kondisi ibu hamil. Bahkan saat masih dalam rencana untuk mengandung. Pendampingan dilakukan hingga anak dilahirkan, terutama pada seribu hari pertama kelahiran.

Upaya pendampingan dan pemantauan dilakukan untuk selalu mengetahui kondisi ibu hamil. Sehingga jika diperlukan upaya khusus pada ibu dalam kondisi khusus dapat langsung ditangani. Saat anak lahir dinyatakan sehat dan terpenuhi gizi, maka proses pendampingan akan berlanjut melalui imunisasi saat anak masuk usia sekolah. Sementara saat remaja akan mendapat edukasi hingga suplemen penambah darah bagi remaja puteri.

Sebagai informasi, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Kondisi ini terutama terjadi pada seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) otak sehingga memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak.

Setiap daerah di Indonesia saat ini ditargetkan mampu menerapkan program dalam mengurangi angka stunting. Tujuannya adalah mencapai sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. Saat ini, secara nasional angka stunting di Indonesia mencapai 27,7 persen. Dalam lima tahun ke depan, angka stunting di Indonesia ditarget turun hingga di bawah 20 persen.