Awal Tahun 2020, Urus Adminduk Cukup di Kecamatan Saja

Dec 20, 2019 19:26
Plt Diskominfo Kabupaten Malang Ferry Hari Agung (kiri) saat bersama Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono di suatu acara (Nana)
Plt Diskominfo Kabupaten Malang Ferry Hari Agung (kiri) saat bersama Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono di suatu acara (Nana)

MALANGTIMES - Duet program Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang, sebentar lagi bisa dirasakan masyarakat. Yakni, terkait program elektronik Adminduk (administrasi kependudukan) atau E-Adminduk.

Sebuah program berbasis online yang akan memudahkan masyarakat mengurus Adminduk tanpa perlu datang ke kantor Dispendukcapil Kabupaten Malang. Cukup datang ke kantor kecamatan di wilayahnya masing-masing, masyarakat bisa mengurus keperluannya terkait Adminduk. Baik e-KTP, Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Akta Kematian, dan lainnya.

Baca Juga : Imbas Covid-19, Rencana Pembangunan Jalan Rp 74 Miliar Bina Marga Kabupaten Malang Batal

E-Adminduk ini pun secara persiapan telah rampung. Dimana, Diskominfo Kabupaten Malang telah mendistribusikan alat-alat pendukung program ke 33 kecamatan. Baik berupa printer, scanner dan mesin fotocopy sebagai alat operasional dalam e-adminduk.

Hal ini dibenarkan oleh Ferry Hari Agung yang masih menjabat sebagai Plt Diskominfo Kabupaten Malang sampai akhir Desember 2019. "Untuk alat-alat itu sudah kita serahkan ke perwakilan kecamatan. E-Adminduk ini bisa dioperasionalkan awal tahun 2020 datang," ucapnya, Jumat (20/12/2019).

Tak hanya peralatan e-adminduk untuk 33 kecamatan, Diskominfo juga telah melakukan persiapan bagi seluruh admin tingkat kecamatan. Yakni melalui bimbingan teknis dalam upaya seluruh admin nantinya di awal tahun 2020 sudah mampu mengoperasikan berbagai peralatan tersebut.

"Sudah kita persiapkan terkait sumber daya manusianya. Ini juga operasionalnya sederhana sebenarnya, tapi tetap memang harus dipersiapkan," ujar Ferry.
Scanner, misalnya, terang Ferry, diperuntukkan untuk konversi berkas-berkas kependudukan warga dari hardfile menjadi softfile. Dimana, setelah itu dilakukan, admin tinggal mengirimkan melalui aplikasi ke kantor Dispendukcapil. Sedang untuk printer dan mesin fotocopy fungsinya untuk penggandaan berkas-berkas kependudukan.

Terpisah, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang, Sri Meicharini atau biasa disapa Rini, membenarkan terkait penerapan e-adminduk tersebut. Perempuan berhijab ini menyampaikan, dengan program itu maka masyarakat akan sangat terbantu sekali dalam mengurus Adminduknya.

"Jadi tak perlu jauh-jauh urus ke kantor kami, cukup di kecamatan saja. Saat ini kan warga masih ke kantor untuk pengurusan Adminduk," ucapnya.
Hal ini pun juga bisa mengurangi berbagai prasangka masyarakat terkait pelayanan gratis dalam Adminduk sampai saat ini. Dimana, isu untuk mempercepat pengurusan Adminduk harus memberikan tips kepada petugas di Dispendukcapil.

Baca Juga : Dampak Covid-19, Pemerintah Tiadakan Rekrutmen CPNS dan P3K

"Walau tak ada hal itu di kami, tapi dengan adanya e-adminduk ini akan semakin menguatkan bahwa seluruh pelayanan kami gratis. Karena nantinya kecamatan yang akan mengurus terkait Adminduk warganya," tegas Rini.

Terkait biaya pengurusan adminduk kependudukan sebesar Rp 20 ribu nantinya, menurut Rini, masih bersifat rencana. Tapi, lanjutnya, biaya tersebut memang nantinya bila berjalan untuk ongkos kirim dan pengembalian dokumen warga yang nantinya Dispendukcapil bekerjasama dengan PT Pos Indonesia.

"Jadi kalau ada biaya itu murni untuk ongkos kirim dan balik berkas Adminduk yang ditangani oleh PT Pos Indonesia," tandasnya.

 

Topik
Malang Berita Malang Plt Diskominfo Kabupaten Malang Ferry Hari Agung Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono program elektronik Adminduk E Adminduk

Berita Lainnya

Berita

Terbaru