Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso bersama Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama saat melihat tim BPCB Jawa Timur di Desa Pedem, Kecamatan Junrejo, Jumat (20/12/2019).
Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso bersama Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama saat melihat tim BPCB Jawa Timur di Desa Pedem, Kecamatan Junrejo, Jumat (20/12/2019).

MALANGTIMES - Ditemukannya tumpukan bata yang diduga peninggalan kerajaan di Gang Keramat Dusun Pendem, Desa Pedem, Kecamatan Junrejo rupanya menjadi daya taril tersendiri bari Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Sekretaris Daerah Zadim Effisiensi dan Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama. 

Mereka mengunjungi proses ekskavasi yang dilakukan oleh tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Jumat (20/12/2019).

Sesampainya di sana mereka melihat setiap sudut batu bata yang dilakukan ekskavasi oleh tim itu. 

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan, kunjungannya merupakan bentuk keperdulian Pemkot Batu terhadap cagar budaya di Kota Batu.

“Karena memang adanya penemuan ini harus ada perhatian dan tindaklanjutnya. Karena akan menjadi daya Tarik tersendiri,” ucap Punjul.

Ya upaya tindaklanjut yang dilakukan dengan menghadirkan tim BPCB Jawa Timur dengan dilaksankannya ekskavansi. Agar ke depan jelas, apa temuan yang ditemukan oleh warga pada bulan November silam.

“Temuan seperti ini penting, sehingga dengan respon yang cepat dari pihak desa dan Dinas Pariwisata bagus, sehingga cepat ditangani oleh tim BPJB Jawa Timur,” katanya.

Ke depan agar cagar budaya itu bisa menjadi sarana edukasi oleh masyarakat umum.

Sementara itu, Arkeolog BPCB Trowulan Wicaksono Dwi Nugroho bahwa ekskavasi yang dilakukan merupakan tahap kedua. Yang pada tahap dua itu dimulai sejak tanggal 18-20 Desember 2019. Tujuannya untuk memperjelas struktur bangunan.

Di area itu, dimensi batu bata memiliki panjang 35 sentimeter dengan lebar 25 sentimeter dan ketebalan 9 sentimeter. “Dilihat dan setelah diukur, diperkirakan dari abad 11 hingga 13,” ungkapnya

Ia menambahkan, pada abad 11 hingga 13 itu diperkirakan merupakan masa Kerajaan Singosari. Kemudian dekat temuan struktur bata. terdapat yoni  peninggalan zaman kerajaan.

“Kalau struktur bata itu, saya menduga merupakan candi karena yoni selalu berada di candi. Yoni selalu berada di tengah-tengah candi,” kata Wicaksono.

Menurut dia,  saat ekskavasi, tim memperluas grid atau garis penggalian ke arah barat. Pasalnya, temuan awal berada di timur yoni. Karena yoni selalu berada di tengah candi, penggalian diarahkan ke barat. “Kami akan memastikan jika ekskavasinya selesai,” tutupnya.