(Dari kiri) Kasi Tertib Niaga Eka Wulantari, Kadin Disdag Wahyu Setianto, dan Sekretaris Disdag Prihatin Wiludjeng. (ist)
(Dari kiri) Kasi Tertib Niaga Eka Wulantari, Kadin Disdag Wahyu Setianto, dan Sekretaris Disdag Prihatin Wiludjeng. (ist)

MALANGTIMES - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang menutup tahun 2019 dengan kado mengembirakan. Berkat upaya keras dan kegigihan dalam sosialisasi turun langsung ke lapangan dalam rangka ketertiban ukur timbangan di pasar tradisional, hari ini (20/12/2019) 10 pasar tradisional di Kota Malang mendapat predikat pasar tertib ukur dari Kementerian Perdagangan.

Sepuluh pasar tersebut yakni Pasar Bunulrejo,  Kasin, Mergan, Tawangmangu,  Sukun, Lesanpuro,  Gadang Lama, Kotalama, Pasar Baru Barat, dan Pasar Klojen.

Kepala Disdag Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan, dengan 10 pasar tradisional baru yang mendapatkan penghargaan predikat pasar tertib ukur ini menambah  jumlah pasar yang mendapatkan predikat tersebut di Kota Malang menjadi 14 pasar.

"Kami  kan ada tim. Sering turun langsung ke lapangan, keliling pasar menyediakan alat ukur ulang. Sehingga masyarakat bisa kembali mengecek barang yang mereka beli apakah sudah sesuai dengan takarannya atau belum. Untuk penilaian, tim dari Kementerian Perdagangan juga turun melakukan pemantauan, sekitar bulan empat," ungkap Wahyu.

Dengan 14 pasar tradisional yang sudah mendapatkan predikat pasar tertib ukur, tinggal 12 pasar lagi yang akan didorong untuk bisa mendapatkan penghargaan serupa pada tahun berikutnya.

"Namun untuk tahun berikutnya, kami akan melakukan peningkatan bukan hanya pada pasar saja. Cakupannya lebih luas lagi, yakni menjadi daerah tertib ukur. Seperti Kantor Pos, PDAM, SPBU yang memang ada alat ukur. Akan kami kumpulkan untuk sosialisasi lagi," ungkap Wahyu.

Sekretaris Disdag Kota Malang Prihatin Wiludjeng menambahkan, dengan diraihnya predikat 10 pasar tertib ukur, pihaknya berharap akan semakin memperkuat trust dan mendorong minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional Kota Malang.

"Dengan diterimanya penghargaan pasar tertib ukur (PTU) ini, pastinya kepercayaan konsumen meningkat karena dijamin ada ketepatan dalam ukuran timbangan. Jadi, konsumen terlindungi dari kemungkinan kecurangan. Ke depannya semua pasar bisa menjadi PTU dan sekaligus menjadi daerah tertib ukur (DTU) sebagai tujuan akhirnya," pungkas dia.