Bioseptictank, Teknologi Ramah Lingkungan Wujudkan ODF Masyarakat Perkotaan

Dec 19, 2019 13:48
Pemasangan teknologi bioseptictank di Tlogomas. (Foto: istimewa)
Pemasangan teknologi bioseptictank di Tlogomas. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Salah satu masalah masyarakat perkotaan adalah Open Defecation Free (ODF) yang tidak terwujudkan. ODF adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan.

Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini.

Baca Juga : Riset: Surabaya, Gresik, dan Malang Selatan Alami Perubahan Ketinggian Permukaan Tanah

“Kelurahan Tlogomas merupakan salah satu kelurahan yang mempunyai ODF yang tinggi namun demikian masih ada beberapa kelurga yang membuang air besar sembarangan, salah satunya yaitu warga yang berada di RT 5 RW 1,” kata Winoto Ketua Pokja Kebersihan Tlogomas.

Salah satu warga yang tak mau disebut namanya pun mengakui hal tersebut terjadi pada keluarganya.

“Selama ini keluarga saya membuang hajat ke selokan yang ada tidak jauh dari tempat dari rumah. Jika musim hujan, jalanan menjadi licin demikian pun jika pada musim kemarau dimana aliran selokan tidak lancar,” ungkapnya.

Untuk itulah, tim Doktor Mengabdi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) mengadakan program pemanfaatan teknologi yang dapat digunakan untuk menekan ODF.

"Memang diperlukan satu terobosan teknologi ramah lingkungan yang juga ramah tempat, karena problem lahan sempit terjadi di perkotaan," ucap Teguh Dwi Widodo ST MEng PhD, Ketua Tim DM.

Bergerak cepat Tim DM yang diketuai oleh Teguh dengan anggota Rudianto Raharjo ST MT dan Redi Bintarto ST MEng Pract membuat solusi pemecahan masalah ODF di kelurahan Tlogomas ini dengan memanfaatkan BioSeptictank.

"Teknologi ini ramah lingkungan dimana luaran yang dihasilkan sudah berupa air dan ketika outlet dari sistem ini diberi disinfektan maka langsung dapat dibuang ke sungai,” papar Teguh.

Untuk diketahui, sekarang ini kemungkinan besar masih banyak rumah yang menggunakan septic tank konvensional atau manual pada pembuangannya. Hal tersebut bisa disebabkan karena ketidaktahuan bahwa ada teknologi baru septic tank yang lebih bagus dan ramah lingkungan, yakni bio septic tank tersebut.

Baca Juga : Warga Keluhkan Limbah Pabrik Susu, DLH Kabupaten Malang Bakal Pantau Lewat CCTV

Dalam bio septic tank, kotoran akan diproses sedemikian rupa sehingga akan berubah bentuk menjadi cairan yang jernih.

Menggunakan bio septic tank akan membawa pengaruh baik pada lingkungan terutama pada kualitas air tanah. Hal ini disebabkan karena sebelum dibuang ke tanah, kotoran sudah melalui proses tertentu sehingga sifatnya lebih ramah terhadap lingkungan. Dengan begitu hasil pengolahan limbah tidak akan mencemari lingkungan.

Teguh dan tim dibantu warga sekitar telah memasang sistem ini di dua tempat, yaitu di rumah warga yang bernama Siswati dan Achmad. Menurut Teguh, keluarga ini sudah lama tidak mempunyai toilet.

"Jika memasang toilet konvensional maka resapan dari toilet tersebut akan mencemari lingkungan sekitar," pungkasnya.

Pada septic tank yang konvensional, limbah kotoran akan mencemari air tanah. Jika berlangsung dalam waktu yang lama maka kualitas air tanah di tempat tersebut akan menurun dan menjadi tidak layak pakai. Itulah sebabnya mengapa saat membuat sumur disarankan untuk mengambil jarak minimal 10 meter dari septic tank agar airnya bisa layak konsumsi.

Topik
MalangBeritaMalangOpen Defecation FreeTeknologi Ramah Lingkungan Wujudkan ODF Masyarakat PerkotaanFakultas Teknik Universitas Brawijaya

Berita Lainnya

Berita

Terbaru