Top! Lima Mahasiswa UB Berhasil Berantas Kemiskinan di Satu Dusun

Oct 05, 2015 12:51
Foto: Tristania Dyah/malangtimes
Foto: Tristania Dyah/malangtimes

MALANGTIMES - Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, berhasil memberantas kemiskinan yang menimpa warga di Dusun Tamban, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Medianya menggunakan proyek Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) dengan mengolah ikan tuna menjadi stik ikan.

Kelima mahasiswa 'pejuang penumpas kemiskinan' di pedesaan itu diantaranya Eka Nur (FIB/2012), Luqman Hakim (FIB/2012), Sukur Riswanto (FEB/2012), Noor Amalia (FIB/2012) dan Nur Uswatun (FTP/2013). Kegiatan yang dirancangnya itu diberi nama Bangun Desa Anti Pengangguran (Bunder).

Menurut Eka Nur salah satu tim Bunder, bahwa di desa setempat kesadaran masyarakatnya masih sangat minim pengetahuannya tentang potensi ekonomi yang ada di desanya. Padahal, potensi ekonomi yang dimiliki oleh Dusun Tamban, cukup besar. Tapi tak dikelola dengan baik dan maksimal.

"Minimnya pengetahuan membuat warga setempat tidak memiliki inovasi yang bisa menambah harga jual ikan tuna, yang menjadi kekayaan warga. Melihat kondisi tersebut kami bersama teman-teman berjuang dan fokus untuk menggarap sektor tersebut," kata Eka.

Setelah banyak dilakukan kajian dan survie lapangan, akhirnya muncul ide untuk membuat stik ikan. "Dengan adanya stik ikan itu, kami yakin, akan bisa mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran yang sangat krusial di dusun itu," beber Eka, Senin (5/10/2015).

Sementara menurut Luqman Hakim, anggota tim lainnya, bahwa sejauh ini kelompoknya telah melakukan proses pelatihan produksi bersama dengan warga di Dusun Tamban. "Pelatihan produksi itu sudah kita lakukan sebanyak tiga kali," akunya.

Dengan pelatihan proses produksi tersebut, masyarakat yang cukup antusias dan aktif mengikutinya, diarahkan untuk bisa memproduksi Juhi ikan Tuna secara mandiri. "Hasilnya cukup luar biasa. Saat ini, sudah mengalami peningkatan produksi setiap setiap minggunya," katanya.

Adapun pembiayaan pelatihan bertema "Modern Process Technology, Bangun Desa Anti Pengangguran (Bunderan)" itu, secara keseluruhan menggunakan dana hibah sebesar Rp 11.6 juta dari Ditjen Dikti. "Untuk mengembangkan produksi stik tuna, tim yang terdiri dari lima mahasiswa itu telah melakukan pelatihan pemasaran dan membentuk tim pemasaran agar produk mereka dikenal oleh khalayak umum," jelas Luqman.

Pemasaran aku Sukur Riswanto menambahkan, dilakukan melalui banyak media online dan toko-toko oleh-oleh khas Malang. "Satu bungkus kemasan stik tuna dengan berat 250 gram dibanderol harga Rp 9.000," katanya.

Dalam produksi, warga tak hanya menggunakan bahan ikan tuna. Namun, juga melebarkan sayapnya mengembangkan produk varian ikan lainnya yakni ikan tengiri dan bandeng. Karena di dusun yang berdekatan dengan pantai Sendang Biru itu, sangat memiliki potensi besar dalam bidang perikanan. Hasil perikanan yang terbesar di Pantai Sendang Biru itu adalah ikan Tuna, yang memiliki harga jual tinggi.

Lebih lanjut Sukur mengaku, bahwa kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) itu akan disertakan dalam kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (PIMNAS) Ke-28 tahun 2015 di Universitas Haluoleao, Kendari Sulawes Tenggara. 

"Semoga perjuangan kami menuntaskan kemiskinan di Dusun Tamban bisa menjadi motivasi bagi dusun lainnya. Semoga warga di Dusun Tamban itu juga terus meraih kesuksesan dan terus berinovasi. Dan saat ini, warga sudah tidak lagi bergelut dengan kemiskinan," katanya. (*)

Topik
PIMNASUniversitas BrawijayaKemiskinan
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru