Ilustrasi SMP. (Foto istimewa)
Ilustrasi SMP. (Foto istimewa)

MALANGTIMES - Usai pengimplementasian zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, kini terlihat kawasan mana di Kota Malang yang kekurangan sekolah negeri.

"Pada waktu itu ada beberapa kelurahan yang memang lulusannya tidak tertampung di sekolah negeri. Untuk itu sepakat ada beberapa kelurahan yang nantinya kita akan mendirikan sekolah baru di situ," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah kepada MalangTIMES.

Zubaidah mengungkapkan, terdapat 3 kelurahan di Kota Malang yang jauh dari lembaga pendidikan negeri, yakni Karangbesuki, Gadang, dan Polehan.

"Karangbesuki, Gadang dan Polehan. Setelah kita petakan, kita koordinasi bersama-sama (dengan Komisi D DPRD Kota Malang) memang di situ jauh dari lembaga pendidikan utamanya negeri," ungkapnya.

Untuk itu, di tiga kelurahan tersebut nantinya akan dibangun SMP negeri.

"Insya Allah 3, tetapi kita yang sudah ada kepastian lahan itu 2. Kalau yang Kota Lama belum," katanya.

Pembangunannya sendiri masih dalam tahap perencanaan. Zubaidah berharap tahun 2021 pembangunan sudah bisa dimulai.

"Kita masih merencanakan. Tidak bisa sekarang punya rencana sekarang membangun. Ya mungkin 2021 membangunnya. 2020 masih membuat DEDnya," bebernya.

Dengan dibangunnya 3 SMP negeri ini, nantinya jumlah SMP negeri di Kota Malang akan genap menjadi 30 SMP negeri.

Rencana penambahan jumlah sekolah ini juga dibenarkan oleh Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Achmad Wanedi. Ia juga memastikan, PPDB 2020 yang akan datang tidak akan ada lagi keluhan dari masyarakat perkara anaknya yang tidak tertampung di sekolah negeri.

"Insya Allah ada penambahan jumlah sekolah yang ada di Kota Malang. Kemarin kita juga sudah hearing dengan Dinas Pendidikan bahwa sebenarnya lulusan SD Insya Allah semua tertampung di SMP ada di Kota Malang sehingga kita memastikan bahwa ke depan sudah tidak ada keluhan-keluhan," tukasnya.