Ilustrasi pengenalan dan penanaman sikap antikorupsi melalui vlog dan puisi di Kabupaten Malang. (Rudihont Wakatobi)
Ilustrasi pengenalan dan penanaman sikap antikorupsi melalui vlog dan puisi di Kabupaten Malang. (Rudihont Wakatobi)

MALANGTIMES - Mengenalkan kejujuran kepada para pelajar di era revolusi industri 4.0 sebagai bagian dalam mewujudkan generasi Indonesia Emas, perlu adanya kesesuaian dan pola baru. 

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Tak hanya melulu dengan metode tatap muka di ruangan kelas atau aula berupa ceramah dan seminar. Pola atau metode kreatif dengan kondisi pelajar saat ini yang akrab dengan anak teknologi, yaitu smartphone dan digitalisasi, membutuhkan pendekatan lain para pihak untuk mengenalkan sikap jujur dan anti-korupsi saat ini.

Hal ini pula yang ditangkap pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen saat menggelar kegiatan anti-korupsi kepada pelajar di Kabupaten Malang. Tak hanya seminar atau ceramah di ruang tertutup atau kelas sekolah, tapi mengambil langkah yang disesuaikan dengan kebiasaan dan kedekatan para pelajar terhadap dunia digital. Yakni, dengan menggelar lomba vlog antikorupsi.

Langkah kejari ini mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang juga terus menggenjot pendidikan karakter di berbagai sekolah. "Kami sangat mengapresiasinya, karena ini akan semakin menguatkan pendidikan karakter di berbagai sekolah. Selain juga mengasah keterampilan dan keberanian untuk belajar menampilkan karya di hadapan umum. Apalagi memang dunia teknologi sekarang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari para pelajar," ucap Rachmat Hardijono, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, saat menyampaikan apresiasinya.

Melalui lomba Vlog anti-korupsi itu pula, lanjut Rachmat, pelajar dikenalkan dan didorong untuk menyampaikan pesan dan harapannya terkait persoalan korupsi yang menjadi musuh bersama selama ini.

Secara tak langsung ataupun langsung, dengan berbagai karya vlog itu pula, pelajar belajar untuk mengenali tindakan korupsi yang merusak sendi kehidupan masyarakat dan bangsa melalui penalaran mereka. "Esensinya adalah bagaimana pelajar melihat korupsi dari kaca mata mereka melalui karya vlog. Ini pola belajar menarik dalam pendidikan karakter anak-anak. Kami mengapresiasinya," ujar Rachmat.

Selain lomba vlog, pendidikan karakter yang dilombakan adalah baca puisi anti-korupsi. Pemilihan puisi sebagai ruang mengenalkan tindakan tak terpuji dan melanggar hukum kepada para pelajar sekolah menengah pertama (SMP) pun berkorelasi kuat dalam pendidikan karakter di sekolah.

Puisi dimungkinkan mampu membuat pelajar lebih peka terhadap berbagai persoalan di luar lingkungannya dan memberikan daya untuk ikut serta melakukan perubahan terhadap berbagai hal yang melanggar norma dan aturan bersama. Selain tentunya untuk merangsang daya imajinasi dan literasi pelajar terhadap berbagai karya sastra berupa puisi 

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

Dua perlombaan yang menggabungkan digitalisasi dan rasa para pelajar mengenal persoalan korupsi itu ternyata juga mengundang antusias tinggi. Baik bagi pelajar itu sendiri maupun bagi para pendidik di Kabupaten Malang.
Misalnya, Arif Mustofa, guru SMPN 1 Kasembon yang para pelajarnya menyabet juara 1 lomba vlog anti-korupsi. Dia menyampaikan harapannya agar lomba serupa lebih banyak lagi digelar oleh instansi lain di Kabupaten Malang. 

“Harapan kita seperti itu, sehingga anak-anak terus termotivasi untuk berkarya. Ini sangat baik juga dalam mengembangkan karakter mereka ke depan. Apalagi temanya juga penting untuk diketahui dan ditanamkan sejak dini," ujarnya.

Harapan itu sejalan dengan apa yang dicita-citakan pemerintah, yakni generasi muda inilah yang pada nantinya akan menjadi penerus kejayaan Indonesia. Untuk menuju ke tujuan besar itu pula, karakter jujur dan berintegritas menjadi penting ditanamkan sejak dini melalui berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan era para pelajar kini.

"Semakin banyak kegiatan seperti ini akan semakin menguatkan tujuan besar pemerintah di sektor pendidikan juga. Karena itu, kami mengapresiasi kegiatan ini dan berharap akan terus digelar oleh instansi lainnya," ucap Arief.

Terkait lomba puisi pun, Arief menyampaikan menjadi penting bagi para pelajar mengasah keterampilan berbahasa sekaligus kepekaan dalam menyikapi berbagai persoalan yang akan dihadapinya kelak.