Kapolresta Malang Kota, AKBP Leonardus Sinarmata saat menunjukkan barang bukti (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kapolresta Malang Kota, AKBP Leonardus Sinarmata saat menunjukkan barang bukti (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Warga Desa Sidorahayu, Wagir, Kabupaten Malang, Arik Dwi Wardana (36), nampaknya begitu menyesali perbuatannya dan tertunduk malu saat dirilis Polresta Malang Kota. 

Hal ini lantaran, Arik Dwi Wardana membantu teman wanitanya dengan berperan sebagai mucikari mencari Pekerja Seks Komersial (PSK) yang menyediakan jasa layanan seks kepada pria hidung belang.

Baca Juga : Edarkan Sabu di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Malang Dicokok Polisi Blitar

Kapolresta Malang Kota, AKBP Leonardus Sinarmata, mengatakan, tertangkapnya pelaku setelah petugas mendapati informasi adanya transaksi seks yang diperantarai Arik.

Dari situ, kemudian petugas melakukan penyelidikan dan setelah dipastikan benar terjadi transaksi, petugas kemudian melakukan penangkapan pelaku pada 16 Desember 2019.

Pelaku saat itu bertransaksi prostitusi di salah satu hotel di Kota Malang, sekitar pukul 00.30 WIB. Harga yang disepakati Rp 1 juta, dan PSK kemudian mentransfer uang Rp 250 ribu ke Arik sebagai ganti uang jasanya telah mencarikan pelanggan.

"Tarif yang ditawarkan tersangka ini mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta," jelasnya.

Dalam berkomunikasi dengan kliennya, tersangka hanya menggunakan saluran telfon dan tidak memasarkan secara online lewat media sosial.

"Pelaku komunikasinya melalui sambungan telfon saja, tidak online. Setelah ada kesepakatan, kemudian hotelnya ditentukan maka wanitanya langsung ke hotel kemudian dibayar dan sebagain diberikan pada ADW sebagai fee," jelasnya.

Pelaku dikenakan pasal 506 tentang prostitusi, dimana mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan dengan ancaman dalam satu tahun penjara. Dan dalam pasal 506 tentang prostitusi, maka yang dijerat adalah sang mucikari.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Covid 19, Pelaku Curnamor Makin Liar, Sehari Dua Motor Digasak

"Ini pengecualian dalam rangka pendalaman. Makanya kami lakukan penahanan guna penyidikan. Jumlah perempuan yang dijajakan pelaku juga masih kami dalami. Pokoknya bukan kalangan mahasiswa," jelasnya.

Sementara itu, Arik mengaku jika ia bukanlah mucikari, melainkan hanya membantu teman wanitanya yang mengaku dua hari lagi akan kedatangan dua orang tamu pria. temannya tersebut kemudian meminta Ari untuk mencarikan satu perempuan lagi yang bisa memberikan jasa layanan seks.

"Ya ceweknya minta tolong tamunya ada dua. Saya membantu carikan satu cewek lagi. Yang pesan kamar hotelnya juga teman saya itu," pungkasnya.