Ilustrasi RPP.  (istimewa)
Ilustrasi RPP. (istimewa)

MALANGTIMES - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah mengeluarkan kebijakan penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Baca Juga : Tak Mau Seperti Menara Gading, UIN Malang Aktif Membantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Jika RPP sebelumnya terdiri dari belasan komponen, ke depan akan disederhanakan menjadi tiga komponen inti yang dapat dibuat hanya dalam satu halaman.

Meluruskan hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah menjelaskan, penyederhanaan RPP tersebut bukanlah sekadar mempersingkat RPP. Ia menegaskan, guru harus tetap melakukan penjabaran terhadap programnya.

"Tolong, biar tidak salah tafsir, nanti dipersingkat misalnya, tidak seperti itu. Memang tugas di RPP-nya itu singkat, tetapi dalam penjabarannya ya tetap sesuai dengan aturan dan peraturan," jelasnya saat ditemui di sela acara HUT ke-74 PGRI di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), Senin (16/12/2019).

Zubaidah menjelaskan, RPP ke depan ini hanya isinya saja yang dipadatkan. Sementara programnya harus tetap dijabarkan.

"Itu kan hanya isinya saja yang dipadatkan. Jadi seperti kerangka acuan kerja (KAK) itu kan singkat, tetapi di dalam KAK itu akan dijabarkan lagi. Lha mereka RPP-nya itu singkat, padat, tetapi pada saat implementasi programnya itu guru harus juga menjabarkan," bebernya.

Baca Juga : Dampak Covid-19, Beasiswa LPDP ke Luar Negeri Ditunda Tahun Depan

Karena, kata Zubaidah, tanpa ada program yang jelas guru juga akan kebingungan dalam menyampaikan materi.

Dalam kesempatan tersebut Zubaidah juga menyampaikan bahwa saat ini guru harus melakukan banyak inovasi dan evaluasi diri.

"Jadi sekarang ini guru harus banyak inovasi dan juga harus evaluasi diri. Jangan puas pada saat ini saja, tetapi ke depan juga harus bisa mengantisipasi bagaimana anak ini betul-betul mengerti tentang apa yang disampaikan oleh guru," pungkasnya.