(kiri ke kanan) Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Achmad Wanedi dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah (Foto: Imarotul Izzah/ MalangTIMES)
(kiri ke kanan) Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Achmad Wanedi dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah (Foto: Imarotul Izzah/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penerapan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tahun 2019 di Kota Malang memang mengalami beberapa kendala. Terbukti dengan adanya beberapa keluhan dari masyarakat. Namun, Komisi D DPRD Kota Malang memastikan, dalam PPDB 2020 tidak akan ada lagi keluhan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Achmad Wanedi saat ditemui di sela acara HUT ke-74 PGRI di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), Senin (16/12/2019).

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

"Kemarin kita sudah hearing dengan Dinas Pendidikan bahwa sebenarnya lulusan SD Insya Allah semua tertampung di SMP yang ada di Kota Malang sehingga kita memastikan bahwa ke depan sudah tidak ada keluhan," ucapnya.

Ia menambahkan, kuota jalur prestasi pada PPDB 2020 akan ditambahkan. Dan Komisi D DPRD Kota Malang pun akan mengawal.

"Sudah ada informasi bahwa zonasi akan ditambah, terutama untuk yang berprestasi. Tentu komisi juga akan mengawal. Intinya pendidikan adalah hak siapapun," tegasnya.

"Malulah rasanya misalnya Kota Malang Kota Pendidikan, lalu masalah pendidikan, masalah zonasi, masih dipermasalahkan," imbuhnya.

Untuk itu, Wanedi memastikan PPDB tahun depan akan dilaksanakan dengan lebih baik lagi.

"Insya Allah kita clear-kan ke depan, tidak ada masalah seperti tahun 2019. Untuk 2020 Insya Allah lebih baik lagi," tegasnya.

Baca Juga : Siswa yang Tak Punya Akses Internet Mulai Senin Belajar Lewat TVRI

Senada dengan Wanedi, anggota Komisi D DPRD Kota Malang H Rokhmad menyampaikan bahwa PPDB 2020 akan dilaksanakan dengan lebih baik. Ia mengungkapkan, adanya kendala pada penerapan zonasi tahun lalu adalah hal yang wajar.

"Kita ini menjadi percontohan. Sehingga kalau pas pertama kali ada kekurangan wajar. Tapi PPDB nanti akan kita atur dengan baik," ucapnya.

Ia menekankan, siswa yang berprestasi di Kota Malang kalau bisa harus bersekolah di Kota Malang juga.

"Zonasi penting. Prestasi juga oke. Termasuk juga anak-anak yang juara-juara tingkat provinsi itu jangan sampai diterima di kota orang lain. Harus diterima di kota kita sendiri," ungkapnya.