Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kelanjutan mega proyek prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, yakni pembangunan Jembatan Kedungkandang pada 2020 mendatang semakin diseriusi. Pihak pemkot juga telah memastikan kesiapan dari seluruh stakeholder untuk segera memulai proyek yang telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto menyatakan kesiapan tersebut dalam rapat koordinasi (Rakor) yang dilakukan dengan beberapa stakeholder terkait, belum lama ini. Wasto menyebut, ada kepastian terkait analisa legal opinion untuk pembangunan Jembatan Kedungkandang.

"Terkait analisa Legal Opinion (LO) untuk Jembatan Kedungkandang, intinya bisa dibangun kembali dengan tetap menggunakan material yang dulu sudah pernah diadakan," ujarnya.

Memang, nasib pembangunan Jembatan Kedungkandang sempat terganjal kasus hukum lantaran legal opinion yang disebut belum tuntas. Namun, pembangunan yang direncanakan menggunakan dana APBD Kota Malang tahun 2020 senilai Rp 75 miliar itu kini sudah bisa dimulai, termasuk proses pelelangannya.

"Karena dulu pernah dibangun, terus ada one prestasi dari rekanan itulah sehingga perlu ada kejelasan analisa hukum antara dulu pernah dikerjakan, antara dulu pernah dicairkan uang muka terus sekarang akan dimulai lagi. Agar semuanya itu jelas. Nanti proses lelang ada di DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang)," imbuhnya.

Lebih lanjut, Wasto menjelaskan terkait analisa hukum memang memerlukan pembahasan yang lebih terperinci dan mendalam. Sehingga ke depan dapat dipastikan tidak lagi ada persoalan menghambat pembangunan Jembatan Kedungkandang. 

"Sehingga BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) menganalisa, kemudian proses lelang dari DPUPR melibatkan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Semuanya, ya legal opinion, analisa konstruksi, dan analisa lainnya. Maka nantinya, semuanya bisa diyakini sudah tidak ada ada persoalan lagi," pungkasnya.