Pasar Unit Sayur Kota Batu saat ini. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Pasar Unit Sayur Kota Batu saat ini. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pembangunan pasar unit sayur tahap II di Kota Batu tidak bisa diselesaikan hingga masa kerja 180 hari, yakni sampai 26 Desember 2019 ini.

Hingga saat ini, pekerjaan fisik sudah 70 persen. Sisanya 30 persen untuk menutup atap. Lainnya pekerjaan pengecoran lantai dengan rabat beton dan pemasangan instalasi listrik.

Pembangunan pasar sayur itu dimulai pada 21 Juni 2019 dengan anggaran Rp 5 miliar. Sumber dana  dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batu tahun 2019.

Pengerjaan pembangunan itu seharusnya  berlangsung selama 180 hari kerja. Dengan demikian, pembangunan pasar tersebut harus selesai pada Desember ini.

Tidak mampunya pengerjaan hingga Desember ini disepakati oleh kontraktor PT Bintang Wahana Tata dengan  perjanjian hitam di atas putih untuk segera menyelesaikan proyek pembangunan pasar. Dalam surat pernyataan tersebut, pengerjaan paling lambat diselesaikan pada 28 Januari 2020.

“Kami sudah melakukan rapat. Dalam rapat, kami tanya kendala molornya karena apa. Ternyata karena pembuatan atap yang molor,” kata Dedy Agus Oktavianto, kasi intel Kejaksaan Negeri Kota Batu.

Penggarapan pasar sayur ini memang langsung dikawal Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). “Perpanjangan sebenarnya bisa dilakukan hingga 50 hari sejak deadline awal. Itu sesuai dengan aturan. Tapi PT Bintang Wahana Tata meminta waktu tidak sampai 50 hari, yakni 34 hari saja,” imbuh Dedy.

PT Bintang Wahana Tata hanya meminta 34 hari lantaran denda molornya pembangunan yang menghantui. “Per harinya ada denda. Jadi, mereka ambil secepatnya saja. Tapi kalau di peraturan, memang bisa sampai 50 hari,” jelas Dedy.

Dengan demikian, jika hingga 28 Januari 2020 juga tidak selesai, selain kena denda,  TP4D akan mempertimbangkan sanksi hukum kepada PT Bintang Wahana Tata.