MALANGTIMES - MALANGTIMES - Pemasangan penyangga atau penguatan Jembatan Muharto akan dilaksanakan pada Minggu (15/12/2019) besok hingga Sabtu (21/12/2019) mendatang. Agar pengerjaan segera selesai, maka selama satu pekan ke depan kawasan menuju Jembatan Muharto akan ditutup total.

Namun meski begitu, pengendara roda dua masih dapat melintasi Jembatan Muharto dengan beberapa ketentuan. Yaitu hanya dapat melintas saat pukul 18.00 WIB hingga 07.30 WIB. Sementara sejak pukul 07.30 WIB hingga 18.00 WIB, jembatan akan ditutup total untuk proses pengerjaan oleh Dinas PUPR Kota Malang.

Atas kondisi itu, para pengendara yang akan menuju kawasan pusat kota atau sebaliknya, yaitu menuju kawasan Kedungkandang agar memperhatikan jadwal yang ditetapkan. Disarankan juga untuk menghindari area sekitaran Jembatan Muharto dan memilih jalur alternatif.

"Sesuai kesepakatan forum lalu lintas memang akan dilakukan penutupan. Sehingga kami minta maaf atas ketidaknyamanan tersebut untuk sementara waktu," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Handi Priyanto belum lama ini.

Handi menjelaskan, rekomendasi penutupan total salah satunya adalah mempertimbangkan agar pengerjaan dapat berjalan lebih rapi, aman dan cepat sesuai tenggat waktu yang diharapkan. Sehingga jembatan dapat kembali dilintasi dalam waktu dekat.

"Kawasan yang ditutup dari pertigaan Kutobedah Polehan dan perempatan pasar Kebalen Jodipan. Ada beberapa jalur alternatif dan jalan utama lain yang bisa dilalui pengendara," imbuh mantan Kasatpol PP Kota Malang itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemasangan penyangga Jembatan Muharto merupakan rekomendasi yang kemudian dilaksanakan Pemerintah Kota Malang. Pemasangan dilakukan sebab kondisi konstruksi jembatan yang hanya tinggal 40 persen.

Pembangunan Jembatan Muharto belum dapat dilaksanakan dalam tahun anggaran 2020. Dikarenakan penetapan APBD 2020 telah disahkan. Sementara kondisi Jembatan Muharto baru diketahui saat penyusunan APBD 2020 telah disepakati. Sehingga untuk mempertahankan kondisi jembatan, maka dipasang penyangga menggunakan anggaran belanja tak terduga 2019 senilai Rp 1,3 miliar.