Ganda Putra Muhammad Gibran dan Gerardo Rizullah
Ganda Putra Muhammad Gibran dan Gerardo Rizullah

MALANGTIMES - Kejutan terjadi di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia U-17. Unggulan teratas dari Malaysia Justin Hoh/M. Fazri Mohammad Razif harus mengakui ketangguhan pasangan nonunggulan dari Indonesia Muhammad Gibran/Gerardo Rizullah dengan dua game langsung 24-22, 21-16 pada pertandingan babak ketiga yang dilaksanakan di GOR Sudirman, Surabaya, Jum'at (13/12). 

‘’Kami tahu yang dihadapi adalah unggulan teratas. Tapi, sejak awal, saya dan Gerardo tak minder,’’ kata Gibran, sapaan karib Muhammad Gibran, usai pertandingan. 

Baca Juga : Kontroversi, Prestasi, hingga Mundurnya Ratu Tisha dari Sekjen PSSI

Diakui pebulu tangkis asal Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan tersebut, di game pertama, dia bisa menang mudah. Namun, di game kedua, lawan mampu memberikan perlawanan. 

Bahkan, Gibran/Gerardo sempat tertinggal 12-16. Menurut Gibran, lawan mengubah strategi dan ini sempat menyulitkannya. ‘’Mereka mengajak main cepat. Tapi, pelatih menyarankan agar kami bermain depan (penempatan shuttle cock),’’ ucap Gibran. 

Ya, pelatih Gibran/Gerarto, Luluk Hadiyanto, memang cepat membaca peruban strategi lawan. Diakuinya, pasangan Malaysia mempunyai tenaga yang lebih kuat disbanding anak asuhnya.

‘’Sempat terpacing strategi lawan yang membuat Gibran/Gerardo keteteran dan tertinggal jauh. Saya bilang ke mereka, mainkan tempo lambat dan kasih shuttlecock di bagian depan,’’ ungkap Luluk. 

Hanya, lelaki yang pernah duduk sebagai ganda putra nomor satu dunia bersama Alvent Yulianto itu tak mau anak asuhnya cepat puas. Baginya, perjuangan di perempat final jauh lebih berat. 

Baca Juga : Libur Karena Covid-19, Kiper Persita Mulai Bosan

Untuk bisa menembus semifinal, Gibran/Gerardo akan menantang pasangan Thailand Tatchapol/Chakkapat Norkhat. Di babak ketiga, unggulan ketujuh itu menghentikan perlawanan Tseng Zih Cyuan/Wen Sheng Hao (Taiwan) dengan 20-22, 21-13, 21-13.

Selain U-17, di GOR Sudirman juga dilaksanakan Kejuaraan Asia U-15. Event ini dilaksanakan d Surabaya setelah Sri Lanka membatalkan diri. Dengan status tuan rumah. PP PBSI melalui Wakil Sekjen Wijanarko Adi Mulya memasang target juara umum.