ASN Dishub Kabupaten Malang keluar sebagai lulusan terbaik dalam Diklat PPNS LLAJ Kementerian Perhubungan 2019 se-Indonesia (Dishub for MalangTimes)
ASN Dishub Kabupaten Malang keluar sebagai lulusan terbaik dalam Diklat PPNS LLAJ Kementerian Perhubungan 2019 se-Indonesia (Dishub for MalangTimes)

MALANGTIMES - Harapan besar lahirnya pegawai negeri sipil atau aparat sipil negara (ASN) profesional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, terjawab sudah.

Hal itu seiring dengan lulusnya ASN dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang sebagai perwakilan Jawa Timur (Jatim) satu-satunya dengan predikat terbaik se-Indonesia dalam pendidikan dan pelatihan manajemen Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tahun 2019.

Pendidikan dan pelatihan PPNS LLAJ Kementerian Perhubungan RI 2019 yang digelar oleh lembaga pendidikan dan pelatihan Polri, Reserse, merupakan upaya pemerintah pusat untuk mewujudkan ASN Profesional di bidang perhubungan.

Dimana, Kementerian Perhubungan menginstruksikan PPNS LLAJ untuk lebih profesional sehingga mampu melakukan berbagai penyidikan kasus pelanggaran regulasi. Baik dengan pendekatan edukatif, preventif dan represif seperti teori ilmu kepolisian dalam menjalankan tupoksinya.

Lulusnya ASN Dishub Kabupaten Malang atas nama Ferry Ardianto dalam Diklat PPNS LLAJ dengan nilai 79,067 (lulus terbaik). Memperlihatkan adanya kerja keras Dishub untuk menjawab tuntutan zaman sekaligus instruksi Bupati Malang Sanusi yang meminta kinerja ASN terus ditingkatkan dalam menjalankan pelayanannya ke masyarakat.

"Alhamdulillah salah satu pegawai kita mampu menjawab harapan besar itu. Program SDM Unggul telah lahir dari Dishub. Tentunya ini memberikan harapan besar juga pada saudara Ferry ke depannya," ucap Hafi Lutfi Kepala Dishub Kabupaten Malang, Jumat (13/12/2019) kepada MalangTimes.

Harapan itu tentunya terkait dengan jabatannya yakni sebagai PPNS LLAJ di Kabupaten Malang. Dimana, dengan hasil diklat dan meraih nilai terbaik se-Indonesia, Ferry diharapkan mampu meningkatkan kinerja di bidang lalu lintas. Serta bisa menerapkan sanksi bagi PNS terutama di jajaran Dishub yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

"Harapan saya dan tentunya seluruh masyarakat adalah bagaimana pemberlakuan sanksi tak tebang pilih. Saudara Ferry sebagai PPNS punya ranah itu dalam LLAJ yakni untuk menyidik PNS bila melakukan pelanggaran," ujar mantan Kepala BPBD Kabupaten Malang ini.

Sebagai PPNS LLAJ ada kewenangan yang diberikan oleh regulasi dalam menjalankan tugasnya. Walau begitu, Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa profesionalitas PPNS LLAJ tak hanya diukur tingkat penguasaan ilmu hukum, keterampilan dan kepribadian dalam menjalankan tugas dan wewenangnya dalam bekerja. Tapi juga karena kemampuan berpikir dan bertindak melampaui hukum tertulis tanpa menciderai nilai keadilan.

Dengan hal itu pula, Lutfi juga berharap bahwa berbagai pelanggaran regulasi di jalan raya yang dilakukan oleh masyarakat maupun oleh ASN, bisa terus dikurangi melalui berbagai pendekatan yang ranahnya dimiliki oleh seorang PPNS LLAJ.

Misalnya, penindakan kendaraan dengan muatan dan dimensi yang over atau Over Dimensi dan Over Loading, maupun kelaikan jalan. "Ini bisa dilakukan penindakan oleh PPNS dengan pola pendekatan edukasi, preventif dan refresif. Tanpa pandang bulu dan tebang pilih tentunya. Sehingga kesadaran atas aturan lalu lintas semakin baik ke depannya. Ini harapan kita semuanya," ucapnya yang juga mengatakan, raihan terbaik dalam diklat itu pun diharapkan akan bisa diaplikasikan dalam proses pengawasan  di terminal bus, jembatan timbang,  di tempat wisata, pool bus pariwisata atau pun di karoseri.

"Terpenting adalah Dishub telah memulai melahirkan program SDM Unggul di Kabupaten Malang. Ini tentunya perlu ditindaklanjuti ke depan oleh seluruh pegawai Dishub untuk semakin taat regulasi lalulintas dan jadi contoh baik bagi masyarakat," imbuh Lutfi.

Terpisah, Ferry menyampaikan, bahwa apa yang diraihnya dalam diklat PPNS LLAJ dan menjadi yang terbaik, tak lepas dari bimbingan dan arahan pimpinannya. 
"Apa yang saya raih tak lepas dari bimbingan dan arahan pak Kadishub. Sehingga saya mampu menyelesaikan diklat dengan predikat terbaik. Untuk Dishub dan Kabupaten Malang tentunya," ucapnya.