Kapolresta Malang, AKBP Leonardus Sinarmata saat menanyai pelaku tentang aksinya (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kapolresta Malang, AKBP Leonardus Sinarmata saat menanyai pelaku tentang aksinya (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dua bandit pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), yakni Erik Lukman (21) warga Jalan Tenaga atau Tulangan Sidoarjo dan Ahmad Bima A (19) warga Jalan Kyai Pareseh, Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang tertangkap polisi berkat motor yang mereka curi.

Motor Milik Mohammad Arif, warga Jalan Polowijen, Blimbing yang dicuri dua bandit tersebut, ternyata telah terpasang alat Global Positioning System (GPS) yang tidak diketahui dua pelaku. Tak pelak, bermodal alat GPS yang terpasang di motor korban, dua pelaku dengan mudah ditangkap.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Covid 19, Pelaku Curnamor Makin Liar, Sehari Dua Motor Digasak

"Satu pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas, karena melawan saat akan ditangkap. Untuk lokasi penangkapannya di rumah E, keduanya ditangkap di lokasi yang sama," jelas Kapolresta Malang Kota, AKBP Leonardus Sinarmata.

Dijelaskan lebih lanjut, jika kasus pencurian tersebut terjadi pada 11 Desember 2019, di depan sebuah warnet yang ada di Jalan MT Haryono, sekitar pukul 04.45 wib.

"Dua pelaku ini dalam beraksi berjalan kaki menyusuri Jalan MT Haryono. Ketika mengetahui ada target mereka langsung beraksi. Awalnya motornya didorong dahulu sekitar 500 meter ke dalam gang, kemudian langsung dibongkar kunci kontaknya dan disambungkan setelah itu dinyalakan dan dibawa kabur," ungkapnya

Sementara itu, dari dua orang pelaku tersebut, satu pelaku, yakni Ahmad Bima, merupakan seorang residivis kasus yang sama. Ia telah tiga kali melakukan pencurian di tiga TKP berbeda.

Baca Juga : Usai Bebas Ikut Asimilasi, Residivis Curanmor di Kota Malang Kembali Kambuh

"Dia memang residivis, pernah dihukum kasus yang sama. Dari tangan pelaku disita kunci T dan obeng. Untuk pasal yang dikenakan pada pelaku, Pasal 363 ancaman hukuman 7 tahun penjara," pungkasnya.