Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan untuk menghapus Ujian Nasional (UN). Wacana tersebut rencananya akan ditetapkan pada 2021 mendatang. 

Sebagai pengganti UN, Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter akan diterapkan.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Wacana tersebut saat ini banyak menuai pro dan kontra. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla berpendapat jika penghapusan UN bisa saja membuat generasi muda menjadi lembek. Sebab juga akan menurunkan semangat belajar siswa untuk meraih kelulusan. Dia pun berharap agar kebijakan tersebut tak diterapkan di 2021.

Sementara Wakil Presiden Ma'ruf Amin tak mempermasalahkan wacana kebijakan tersebut. Namun, Mendikbud tetap diminta untuk melakukan kajian lebih mendalam untuk mencari formula yang tepat dalam mengganti UN. Sebab UN juga menjadi salah satu tolok ukur yang amat penting.

Namun terlepas dari kontroversi yang muncul, sebelum Indonesia, ada beberapa negara yang terlebih dulu menerapkan sistem pendidikan tanpa ujian nasional. Negara-negara tersebut menerapkan kebijakan yang memberi kebebasan pada siswanya. Berikut sederet negara yang membebaskan siswanya dari ujian nasional.

1. Finlandia
Finlandia merupakan negara dengan kualitas pendidikan terbagus di dunia. Negara yang terletak di Eropa Utara ini selalu mendapat banyak perhatian berkaitan dengan dunia pendidikan. Salah satunya, sistem pendidikan yang kini mulai banyak diterapkan di beberapa negara.

Di Finlandia, setiap siswa utamanya pendidikan dasar akan mendapat sedikit pekerjaan rumah, sedikit waktu di dalam kelas, lebih banyak bermain, hingga tak ada ujian nasional (UN). Siswa lebih banyak mendapat waktu bebas untuk mengembangkan diri dan kemampuan mereka masing-masing.

Menariknya lagi, sekolah di Finlandia sama sekali tak membedakan murid yang satu dengan yang lain. Di sana tak diterapkan sistem pembagian kelas, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sehingga, setiap murid memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan.

Sementara untuk tahun pelajaran sekolah dimulai pada Agustus dan berakhir di Juni. Dengan total 190 hari sekolah. Murid bersekolah lima hari dalam seminggu dengan jumlah pelajaran berkisar antara 19-30 per minggunya, bergantung dari tingkat pembelajaran serta jumlah kelas pilihan yang diambil.

2. Australia
Negara berikutnya yang juga tak menerapkan ujian nasional adalah Australia. Negara Kanguru ini memberlakukan ujian khusus bagi setiap siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

Ujian State tersebut adalah untuk menentukan seorang siswa masuk ke sebuah jurusan yang sesuai dengan passion dan kemampuan dari setiap siswa. Sistem pendidikan ini dinilai paling tepat untuk mengembangkan minat dan bakat di negara tetangga Indonesia tersebut.

3. Jerman
Negara yang dikenal dengan ekonomi terkuat di Eropa tersebut juga menerapkan pendidikan tanpa ujian nasional. Jerman lebih memilih menyediakan fasilitas yang memadai untuk para siswanya dibanding harus mengeluarkan biaya ujian nasional. 

Sistem evaluasi juga dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Di sana, tak sedikit lembaga pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi yang memberikan beasiswa.

Selain tiga negara itu, masih banyak lagi yang menerapkan sistem pendidikan tanpa ujian nasional. Di antaranya Kanada dan Amerika Serikat. Dua negara tersebut tak menggunakan sistem ujian nasional untuk menentukan siswanya lulus atau tidak. 

Namun meski begitu, ada beberapa sistem ujian yang tetap diterapkan pada periode tertentu. Salah satunya adalah saat akan masuk ke perguruan tinggi favorit. Nah, kalau menurut kalian bagaimana? Setuju jika Indonesia menghapus ujian nasional?