Bupati Malang HM Sanusi (tengah pakai peci) saat melakukan evaluasi dan monitoring kesiapan PSC di RSUD Kanjuruhan (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi (tengah pakai peci) saat melakukan evaluasi dan monitoring kesiapan PSC di RSUD Kanjuruhan (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bagi masyarakat Kabupaten Malang yang membutuhkan pelayanan kesehatan kini tidak perlu ribet lagi. Terutama bagi pasien dalam kondisi kritis yang membutuhkan penanganan medis secara cepat dan memerlukan akomodasi ambulans, saat ini bisa dilayani semudah memesan transportasi online.

Hal itu ditegaskan langsung oleh Bupati Malang HM Sanusi saat melakukan monitoring dan evaluasi PSC (Public Safety Center) di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Rabu (11/12/2019).

Baca Juga : Kota Batu Siapkan 3 Shelter Isolasi Covid-19, Anggarannya Rp 1,3 Miliar

”PSC ini sistimnya seperti aplikasi ojek online, setiap ambulans terkoneksi dengan aplikasi PSC. Jadi kalau ada panggilan yang membutuhkan ambulans, nanti ambulans terdekat akan menjemput sesuai dengan titik yang ditentukan,” kata Sanusi.

Rencananya, trobosan di bidang pelayanan bagi pasien yang mengalami kondisi kritis dan segera membutuhkan tindakan medis tersebut, sudah mulai dioprasikan pada awal tahun 2020 mendatang.

”Rencananya PSC akan kita launching pada saat malam perayaan tahun baru, harapannya pada awal tahun 2020 PSC sudah mulai beroperasi,” sambung Sanusi saat ditemui awak media di sela agenda monitoring.

Mekanismenya, lanjut Sanusi, trobosan pelayanan kesehatan bagi pasien kritis seperti korban kecelakaan dan beragam penyakit kronis ini, tinggal menghubungi call center dengan nomor 119. Setelah itu, pihak operator yang berpusat di RSUD Kanjuruhan akan memberikan instruksi kepada puskesmas terdekat, untuk menindaklanjuti panggilan dari masyarakat yang membutuhkan penanganan medis secara cepat tersebut.

Perlu diketahui, PSC ini dilengkapi dengan berbagai sarana yang memadai. Salah satunya, sudah terkoneksi dengan layanan internet. Hal itu digunakan untuk mengoptimalkan pelayanan, bagi pasien kritis yang membutuhkan sarana ambulan untuk menuju puskesmas maupun rumah sakit.

Dari segi armada ambulans, pemerintah Kabupaten Malang sudah menyediakan masing-masing 1 ambulan di beberapa kecamatan. Puluhan ambulan tersebut, siap beroprasi di 33 kecamatan dan disiagakan di seluruh puskesmas, dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Sudah Diwajibkan, Pemerintah Kabupaten Malang Bakal Bagikan 120 Ribu Masker ke Masyarakat

Selain sarana ambulans, para petugas medis mulai dari dokter hingga perawat, juga akan stand by menindaklanjuti kebutuhan masyarakat selama 24 jam. ”Operator PSC juga sudah diberikan pelatihan khusus terkait penanganan kesehatan darurat, melalui call center 119 tersebut,” terang Sanusi.

Sedangkan untuk penanganannya, jika sarana dan prasarana medis di puskesmas tidak memadai. Maka pasien akan segera di rujuk ke rumah sakit di Kabupaten Malang yang notabene memiliki fasilitas kesehatan lebih lengkap.

"Kalau terkait biaya pelayanan nanti akan disesuaikan. Bagi masyarakat tidak mampu akan digeratiskan, ini sudah komitmen pemerintah Kabupaten Malang di bidang pelayanan kesehatan,” ujar Sanusi.

Ditemui disaat bersamaan, Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang, Arbani M, mengaku jika PSC sudah dipersiapkan sedemikian rupa agar pada awal tahun 2020 sudah siap untuk dioperasikan.

Bahkan untuk merealisasikannya, pemerintah Kabupaten Malang dikabarkan sudah menyiapkan gelontoran anggaran mencapai Rp 29 miliar. ”Anggarannya digunakan untuk pembuatan ruang pusat komando PSC yang ditempatkan di RSUD Kepanjen, pengadaan ambulans, dan pelatihan terhadap operator PSC maupun SDM (Sumber Daya Manusia) di bidang pelayanan kesehatan,” tutup Arbani.