Minuman Boba (Foto: Istimewa)
Minuman Boba (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Demam minuman kekinian mengandung boba atau lebih dikenal dengan boba drink masih melanda para anak millenial. Semenjak kemunculannya, minuman ini banyak digandrungi kawula muda.

Selain merek, dan kemasannya yang juga masa kini. Kombinasi antara susu, brown sugar, es batu dan boba yang kenyal manis memang mampu memikat siapapun untuk menikmatinya.

Tapi, di balik kenikmatan segelas boba drink itu ternyata ada kandungan gula yang sangat tinggi. Jika mengonsumsi terlalu berlebihan bukan tidak mungkin bisa mengancam kesehatan.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Linda Desriwati menyatakan tidak masalah jika anak muda meminum minuman kekinian, namun harus memperhatikan batasannya.

"Sebetulnya it's ok, kalau itu di bawah kadar yang dianjurkan. Artinya, kebutuhan kalori pada tubuh seseorang itu kan ada takarannya. Istilahnya kalau minumnya berlebihan ya bakal menimbulkan masalah," ujar dia.

Namun, yang terjadi saat ini kebanyakan dari setiap orang dijelaskannya mengonsumsi minuman boba dengan takaran yang tak sesuai. Padahal kandungan di dalam boba drink sudah ada gula, di mana itu harus dibatasi. Di mana, dengan menerapkan konsep Isi Piringku untuk gizi seimbang.

"Yang terjadi sekarang konsumsi Isi Piringku tidak dilaksanakan, tapi malah yang instan itu. Padahal ada gula yang harus dibatasi, karena kita butuh makanan gizi seimbang Isi Piringku dengan takaran buah, sayur, nasi, lauk hewani dan nabati. Bukan minuman," imbuhnya.

Untuk itu, ia mengimbau bagi semua orang yang akan meminum boba drink tersebut untuk bijak mengonsumsinya. Sehingga akan terhindar dari penyakit di kemudian hari.