Kapolres Malang Kota, AKBP Leonardus Sinarmata, saat merilis tahanan kabur yang tertangkap. Sementara itu, Sokib nampak tertunduk dan terduduk di kursi roda usai mendapat hadiah timah panas (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Kapolres Malang Kota, AKBP Leonardus Sinarmata, saat merilis tahanan kabur yang tertangkap. Sementara itu, Sokib nampak tertunduk dan terduduk di kursi roda usai mendapat hadiah timah panas (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Motivasi Sokib Sulianto, salah satu tahanan Polresta Malang Kota, kasus narkoba yang kabur dari ruang tahanan Polresta Malang Kota, karena ia ingin menemui anaknya yang ada di pondok pesantren.

"Ingin ketemu anak saya, sudah lama tidak ketemu, dia ada di pondok pesantren," ungkap Sokib.

Baca Juga : Edarkan Sabu di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Malang Dicokok Polisi Blitar

Ia juga mengaku, selama berurusan dengan hukum, hingga kemudian menjalani penahanan di Polresta Malang, sang anak tidak pernah mengetahui jika ia dipenjara.

"Dia nggak tau kalau saya dipenjara," bebernya.

Sementara itu, upayanya kabur, telah disusun Sokib sejak empat hari usai Sokib menjalani penahanan di sel jeruji besi.

"Empat ghari setelah ditahan. Sudah dua minggu saya ditahan," jelasnya.

Mengenai gergaji yang ia gunakan untuk mengergaji teralis besi, dari keterangan satu tahanan lain yang tertangkap, yakni Andrian alias Ian, Sokip mendapatkan gergaji tersebut dari keluarganya dengan disisipkan pada kotak roti.

Namun keterangan tersebut berbeda dengan pengakuan Sokib. Sokib mengaku mendapatkan gergaji tersebut dari seorang tukang bangunan yang tengah membetulkan keramik di ruang tahanan. Saat itu, ia sengaja mencuri gergaji tersebut dan kemudian ia sembunyikan.

"Saya ambil dan saya simpan, sampai kemudian saya gunakan untuk mengergaji tralis," katanya.

Sokip juga menampik, jika dirinya dituduh mengajak tahanan lainnya untuk ikut kabur dengannya. Ia mengaku jika tahanan lain memang ikut kabur setelah dirinya kabur. "Saya nggak pernah ngajak, mereka yang ikut," ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, AKBP Leonardus Sinarmata, menjelaskan perihal kronologi kaburnya tahanan, jika usai keluar dari sel, Sokib langsung kabur melalui samping Polres dan kemudian menuju depan RSSA dan menuju sebuah minimarket.

Dari situ ia kemudian menghubungi temannya bernama Oki yang kemudian meminjamkan Hp miliknya. Di situ, ia kemudian memvideo call pacarnya dan sempat melakukan beberapa obrolan.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Covid 19, Pelaku Curnamor Makin Liar, Sehari Dua Motor Digasak

Setelah itu, pelaku kemudian langsung kabur menuju Kediri bersama satu teman lainnya, yakni Bayu. Tiba di Kediri pada (10/12/2019), ia kemudian menuju sebuah tempat kos di Jalan MT Haryono RT. 19 RW. 033 Ds. Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto.

Namun sekitar pukul 01.00 WIB dinihari, Sokib ditangkap petugas yang mendeteksi keberadaannya. Sementara, satu tahanan lain, Bayu, terlebih dulu kabur sebelum petugas datang.

"B ini saat ditangkap tidak ada di lokasi. Dia sebelumnya pamit keluar sekitar pukul 19.00 pada Sokib, namun tidak kembali-kembali," bebernya.

Sokip coba dikeler untuk mencari keberadaan Bayu. Namun saat itu Sokip justru mencoba kabur dengan mendorong petugas meski dalam kondisi tangan terborgol.

Tak mau Sokib lepas, usai diberi tembakan peringatan ia masih saja kabur, Sokib akhirnya dihadiahi timah panas oleh petugas. Setelah dilakukan perawatan, Sokib langsung dibawa ke Polresta Malang Kota.