Wahyu Hidayat Kepala DPKPCK Kabupaten Malang (Nana)
Wahyu Hidayat Kepala DPKPCK Kabupaten Malang (Nana)

MALANGTIMES - Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau lebih dikenal dengan bedah rumah tahun 2020 akan bersiap menyapa masyarakat Kabupaten Malang. Walau tentunya dimungkinkan adanya perbedaan di tataran teknisnya seperti di tahun lalu.

Misalnya terkait kuantitas rumah tak layak huni (RTLH) yang jadi sasaran program sampai pada anggaran yang tentunya tak setiap tahun stagnan. Tak terkecuali di tahun 2020 datang yang juga mengalami perubahan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat yang menyampaikan, di tahun depan anggaran bedah rumah dari sumber APBN mengalami penurunan dibanding tahun 2019.

"Sumber anggaran pusat tahun depan untuk bedah rumah memang turun dibanding tahun 2019 ini," ucap mantan Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang ini, Rabu (11/12/2019) kepada MalangTimes.

Wahyu melanjutkan, penurunan bantuan pusat itu, diperkirakan mencapai Rp 250 juta untuk tahun 2020. Atau bila diaplikasikan dalam program bedah rumah akan berkurang sekitar 25 unit RTLH dari data yang pernah disampaikan oleh DPKPCK Kabupaten Malang di tahun 2019 sebanyak 2 ribu unit.

Dengan rincian sebanyak 500 unit dengan sistem bangun total, sisanya adalah rehab RTLH. Dimana bantuan anggaran untuk rehab sebesar Rp 15 juta per unit, sedangkan bangun total mencapai Rp 30 juta per unitnya melalui APBD.

Walau ada pengurangan anggaran bedah rumah, Wahyu menyampaikan, pihaknya tetap optimis bahwa target penuntasan RTLH bisa tetap dicapai sampai tahun 2021 datang. "Kita optimis sesuai target yang ditetapkan dalam pembebasan wilayah kumuh dan RTLH. Setiap tahun kita tetap ditarget 1.000 unit," ujarnya.

Optimisme DPKPCK Kabupaten Malang juga ditunjang dengan semakin intensifnya keterlibatan masyarakat dalam program bedah rumah. Baik melalui perusahaan dengan pola CSR-nya sampai berbagai organisasi masyarakat dan lembaga yang ada di Kabupaten Malang.

Hal ini pula yang membuat program bedah rumah setiap tahunnya semakin lengkap dalam teknis bantuannya. Dari hanya bedah rumah ditambahkan dengan jamban sehat di lokasi terbangun. Sampai dengan adanya bantuan untuk tahun 2020 yaitu sistem septic tank biofil. 

"Jadi setiap tahun program bedah rumah terus berubah ke arah yang lebih baik dan lengkap. Kita terus berupaya dengan anggaran yang ada. Tentunya kita tetap juga berharap terkait dana pusat dalam percepatan RTLH," ucap Wahyu.

Selain hal itu sebagai stimulus, program bedah rumah juga telah mampu menjadi pengungkit kepedulian berbagai kalangan dalam masyarakat. Sehingga hal ini dianggap sebagai bentuk keberhasilan sebuah program yang mampu melibatkan secara aktif seluruh elemen dalam proses pembangunan.

"Ini yang membuat kita optimis walau tahun depan ada pengurangan bantuan dari pusat. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat semakin meluas dan patut diapresiasi," ucap Wahyu.

Terpisah, Bupati Malang Sanusi juga mengatakan, bahwa program pemberantasan kemiskinan tetap menjadi prioritasnya sampai 2021 datang. Salah satunya adalah program bedah rumah yang setiap tahun ditarget selesai sekitar 1.000 unit RTLH.

"Tetap menjadi prioritas Pemkab Malang. Saya melihat program bedah rumah setiap tahun juga mengalami peningkatan  dari kelengkapannya. Tak hanya rumahnya tapi juga jadi satu paket dengan jamban sehat. Tahun depan juga ada septic tank biofil untuk melengkapi bedah rumah," ucap Sanusi yang juga memberikan apresiasinya atas berbagai perubahan ke arah yang semakin baik dalam program bedah rumah besutan DPKPCK Kabupaten Malang.