Salah satu drainase yang ramp besi penutupnya hilang dan diberikan penanda dengan menggunakan garis pembatas (Dok. MalangTIMES)
Salah satu drainase yang ramp besi penutupnya hilang dan diberikan penanda dengan menggunakan garis pembatas (Dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Aksi pencurian ramp besi penutup drainase masih kerap terjadi di Kota Malang. Padahal, saat ini kualitas ramp besi yang terpasang telah digantikan dengan kualitas yang jauh lebih rendah.

Namun sayangnya, masih ada oknum tak bertanggung jawab yang tetap mencuri keberadaan penutup saluran air tersebut. "Semakin banyak yang diambil, padahal kalau dijual itu sangat murah," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang Ir. Hadi Santoso kepada wartawan belum lama ini.

Pria yang akrab disapa Sony itu menyampaikan, kejadian pencurian ramp besi penutup drainase tersebut bukan hal baru. Sejak awal 2019 ini, pencurian sudah banyak dilakukan. Di antaranya seperti yang terpasang di kawasan Jalan Ijen, Basuki Rahmat, Trunojoyo, IR Rais dan sekitar wilayah Tlogomas.

Setelah pencurian pertama, ramp besi langsung diganti dengan kualitas yang lebih rendah. Di samping itu, juga dilakukan koordinasi dengan Perangkat Daerah (PD) lain untuk mengawasi ramp besi di masing-masing daerah. 

Meski harga ramp besi tak mahal, tetapi keberadaannya urgen. Penutup tersebut berfungsi untuk menyaring sampah saat hujan turun.

"Kalau tidak hilang ramp besi pasti rusak dilindas truk besar. Selama ini tetap kami gunakan ramp besi, karena jika dicor beton akan menganggu proses pembersihan saluran air," imbuh Sony.

Lebih jauh dia menyampaikan, ramp besi yang hilang jumlahnya sudah mencapai ratusan. Kondisi itu lebih diwaspadai lagi, sebab saat ini Kota Malang tengah memasuki musim hujan.

Masyarakat pun ia imbau untuk turut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah di jalan atau saluran air.

Ketika sampah di jalan terseret hujan, menurutnya ada kemungkinan besar sampah masuk ke saluran air saat ramp besi rusak atau hilang. Kondisi itu dapat menyebabkan penumpukan sampah pada saluran air dan berujung pada melubernya air di jalan serta mengakibatkan banjir.

"Harganya memang tidak mahal, tapi jangan diambili lah. Kita jaga dan rawat bersama fasilitas yang ada," tutup Sony.