Ilustrasi penodongan (kabardaerahdotcom)
Ilustrasi penodongan (kabardaerahdotcom)

MALANGTIMES - Tiga penodong dan pelaku penusukan yang dulu sempat beraksi di kawasan Jalan Veteran, Kota Malang, tertangkap. Ketiganya dibekuk petugas Senin (9/12/2019) pukul 22.30 WIB akibat aksinya menodong sepasang kekasih yang tengah duduk di pinggir jalan pada (24/11/2019).

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Ketiganya yakni, Muhammad Rudi Z (24), Muhammad Syahdi (21) dan Muhammad Rizky (18). Ketiga orang pemuda tersebut berasal dari satu daerah yang sama, yakni Pakis, Kabupaten Malang.

Aksi yang mereka lakukan sebelumnya, yakni dengan mendatangi sepasang kekasih yang saat itu tengah duduk di kawasan Jalan Veteran sekitar pukul 01.00 WIB. Korbannya saat itu bernama Rengga Hardiansyah (21) warga asli Kambitin Raya, Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan.

Hp milik Rengga yang berada di dalam tas, dirampas oleh pelaku. Saat itu, komplotan tersebut mengancam korban dengan badik yang mereka bawa. Karena saat diambil tasnya korban melawan, pelaku menyerang korban menggunakan badik tersebut.

Korban mengalami luka tusuk pada pada punggung, telapak tangan sebelah kiri, luka sobek jari tengah dan telapak sebelah kanan. Selain itu, korban juga luka sobek pada pelipis dan hidung sebelah kiri.

Setelah menyerang korban secara membabi buta, selanjutnya para pelaku langsung kabur meninggalkan korbannya dengan membawa tas milik korban. Akibatnya, korban menderita kerugian sekitar Rp 5 juta.

Baca Juga : Jambret Mulai Marak, Korbannya Para Ibu yang Sedang Belanja

Kapolres Malang Kota, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan jika ketiga pelaku mencari sasaran secara acak. Saat mendapati korban di Jalan Veteran, pelaku spontan langsung melakukan aksinya.

Namun, berkat upaya-upaya penyelidikan yang dilakukan petugas, pelaku kemudian berhasil dideteksi dan kemudian dilakukan penangkapan. Satu dari tiga pelaku sempat melawan petugas saat akan ditangkap, hingga akhirnya diberikan tindakan tegas dengan dihadiahi timah panas.

"Pengakuannya masih pertama kali beraksi, namun kita masih terus menyelidiki. Kalau residivis, sementara belum, masih didalami lagi,"paparnya.