Foto bersama penerima bantuan dari Dinsos bersama Sofyan Edi Jarwoko dan istri Wali Kota Malang Widyawati Sutiaji (Hendra Saputra)
Foto bersama penerima bantuan dari Dinsos bersama Sofyan Edi Jarwoko dan istri Wali Kota Malang Widyawati Sutiaji (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) ke 62 2019 Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko berharap kepedulian masyarakat semakin kental khususnya kepada difabel ataupun lansia.

Pemerintah Kota Malang sudah memulai dengan meminta seluruh ASN untuk menabung sehari seribu. Hal itu nantinya bisa digunakan untuk keperluan masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

"Udah dilakukan di Pemerintah Kota Malang yakni sodakoh, dengan setiap bulan sudah dikelola kas-kas. Semua bentuk bantuan tadi salah satu contoh kongrit bentuk kepedulian," ujar Bung Edi.

Kesinambungan menabung tersebut diharap Bung Edi nantinya bersambung ke para difabel atau lansia yang membutuhkan uluran tangan masyarakat, di mana mereka sangat perlu ruang ramah lingkungan.

"Begitu juga difabel, mesti harus menyatu dengan seluruh kebijakan-kebijakan bagaimana Kota Malang menjadi ramah dengan difabel, publik ada fasilitas untuk itu, perkantoran, dan begitu juga tempat-tempat untuk perdagangan atau tujuan seperti hotel dan lainnya," katanya.

"Sehingga dengan demikian mereka bisa mengakses semua layanan yang ada di kota maupun di Pemerintah Kota Malang. Dan momentum ini menjadi starting poin juga untuk peningkatan kualitas pelayanan, khusus pada difabel," imbuhnya.

Saat ini, dikatakan Bung Edi bahwa di beberapa kecamatan di Kota Malang sudah ada fasilitas ramah difabel. Hal itu diharap bisa terus bertambah agar kemudahan difabel untuk beraktivitas semakin luas.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

"Ada beberapa kantor kecamatan kita yang sudah memberikan fasilitas untuk itu. Ya termasuk tempat-tempat katakanlah perdagangan atau mall sudah kita sedang menuju ke sana. Termasuk juga taman-taman yang memang harus ramah dengan difabel. Ini adalah ikhtiar dan tekad kita, semoga bisa sama-sama terwujud dan mewujudkan," ungkapnya.

Nantinya Bung Edi berharap Dinsos bisa mengumpulkan difabel untuk bicara masalah planning yang diinginkan. "Kadang kita yang normal merencanakan belum tentu sesuai dengan maunya.Tapi kalau komunitas ini bermusyawarah langsung, InsyaAllah akan tepat, sesuai dengan apa yang diinginkan," pungkasnya.