Motor yang dilengkapi sensor khusus namun tetap berhasil digondol maling (Foto : Istimewa)
Motor yang dilengkapi sensor khusus namun tetap berhasil digondol maling (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Kejadian nahas dialami SB (inisial) warga Desa Kambingan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (10/12/2019). Baru ditinggal beberapa menit, sepeda motor miliknya raib dibawa pelaku pencurian.

Kepada MalangTIMES.com, SB mengaku jika sesaat sebelum kejadian pencurian terjadi, tepatnya sekitar pukul 09.00 WIB dirinya tiba di kedai kopi miliknya yang berlokasi di Jalan Raya Desa Malangsuko, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Baca Juga : Edarkan Sabu di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Malang Dicokok Polisi Blitar

”Saat itu kedai kopi milik saya belum buka, baru buka jam 12.00 WIB. Pagi kesana (kedai miliknya) karena ada tamu yang harus saya temui,” kata SB.

Sebelum masuk ke dalam kedai kopi miliknya, lanjut SB, dirinya memarkir motor Beat nopol N-5525-GI yang dia kendarai di depan teras. Saat menemui tamunya, pria 24 tahun itu sempat membuka sebagian pintu kedai miliknya.

”Sebenarnya saya tahu kalau ada orang yang menghampiri motor saya, tapi saya mengira jika yang membawa motor adalah karyawan atau kakak saya. Soalnya di kedai ada 2 motor yang dibuat gantian, kalau tidak pakai Vario ya Beat,” terang SB.

Beberapa saat kemudian, meski mengetahui motornya sudah tidak ada di parkiran. Korban sempat pergi ke konter HP (handphone) yang ada di sekitar lokasi kejadian. Sekitar pukul 11.00 WIB, SB dikabari karyawannya jika motor miliknya telah hilang lantaran dicuri. ”Saya dikabari kalau kuncinya masih ada, tapi motornya sudah hilang,” sambung SB.

Mendapat kabar tersebut, SB sempat menelusuri sekitar lokasi kejadian. Namun meski sudah dicari, korban tak kunjung mengetahui keberadaan motornya. Hingga akhirnya kasus ini dilaporkan ke pihak kepolisian.

Dari keterangan beberapa orang yang ada di sekitar lokasi kejadian, SB mengaku jika motornya dibawa oleh dua orang asing. Di mana satu orang naik ke motor miliknya, dan seorang sisanya mendorong barang hasil curian menggunakan motor bebek.

”Motornya memang saya pasang sensor khusus, meskipun dibuka menggunakan kunci aslinya namun mesin motor tersebut tidak akan nyala kalau tidak tau password-nya,” ungkap SB.

Terpisah, Kapolsek Tumpang, AKP Bambang Sidik Achmadi, mengaku sudah menerjunkan personel ke lokasi kejadian. Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), saat terparkir motor korban dalam kondisi tidak terkunci stir. Bahkan pengaman magnet juga tidak tertutup.

Baca Juga : Di Tengah Pandemi Covid 19, Pelaku Curnamor Makin Liar, Sehari Dua Motor Digasak

”Kasusnya masih dalam tahap penyelidikan, anggota sudah dikerahkan guna menelusuri keberadaan pelaku,” tegas anggota polisi yang akrab disapa Bambang ini, saat dikonfirmasi MalangTIMES.com, Selasa (10/12/2019).

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok dibahu ini menambahkan, berdasarkan keterangan beberapa saksi, pelaku pencurian diduga berjumlah dua orang. Keduanya diperkirakan berjenis kelamin laki-laki. ”Saat melancarkan aksinya, kedua pelaku menggenakan helm dan berpakaian rapi,” imbuh Bambang.

Sedangkan sarana pencurian, lanjut Bambang, adalah sepeda motor bebek. Dari penyelidikan sementara, kedua korban yang mengetahui situasi sepi langsung mendekati motor milik korban. ”Seorang pelaku bertugas sebagai eksekutor, dan seorang pelaku lainnya mengamati situasi dari sepeda motor yang dijadikan sarana pencurian,” jelas Bambang.

Setelah berhasil membobol rumah kontak kendaraan, pelaku sempat berupaya menyalakan mesin. Namun meski sudah dicoba beberapa kali, mesin motor curian tersebut tidak kunjung menyala.

”Beberapa saksi yang mengetahui kejadian ini sempat mengira jika motornya sedang mogok, mereka tidak tahu jika motor yang tidak bisa menyala tersebut adalah barang hasil curian. Informasinya pelaku mendorong motor menuju arah utara, anggota saat ini sedang memburunya,” tutup Bambang.