Stasiun Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Stasiun Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bagi masyarakat yang menantikan tampilan anyar stasiun Kota Baru, agaknya harus bersabar. Karena, target pembangunan stasiun utama Kota Malang yang awalnya diperkirakan bisa beroperasi pada masa lebaran atau sekitar bulan Mei 2020 harus mundur.

Mundurnya jadwal pembangunan  tersebut diperkirakan cukup lama, antara Agustus 2020 atau September 2020 mendatang. Meski begitu, pihak stasiun Kota Malang masih terus mengupayakan gedung baru tersebut untuk selesai tepat waktu.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Kepala Stasiun Kota Malang, Iful Siswanto mengatakan faktor cuaca menjadi pemicu utama mundurnya target beroperasinya pembangunan gedung baru yang memakan anggaran senilan Rp 54 miliar tersebut.

"Memang target awal itu di lebaran tahun depan sudah mulai. Cuma dengan kondisi cuaca ini kita masih maksimalkan. Ya, mudah-mudahan tahun depan kita sudah bisa melayani penumpang di stasiun yang baru. Prediksi sekitat bulan 8 atau 9 ya," ujarnya.

Untuk saat ini, situasi bangunan stasiun Kota Malang memang sudah tidak mampu menampung penumpang yang membludak. Karenanya, jika gedung baru sudah selesai fasilitas yang diberikan tentu akan lebih baik.

Ia menjelaskan, seperti area untuk penumpang kereta api lebih luas. Desain bangunan juga lebih modern dan ramah lingkungan. Yang mana, hal itu diharapkan bisa menambah kenyamanan bagi para penumpang kereta api Stasiun Kota Malang.

"Yang pasti flow penumpang akan berbeda, ruang tunggunya juga lebih bagus. Termasuk juga area parkir yang lebih luas," imbuhnya.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Mantan Kepala Stasiun Bandung tersebut lebih lanjut mengatakan, jika bangunan gedung beroperasi nantinya akan ada pemindahan pelayanan bagi pengguna transportasi kereta api. 

Rencananya, akan ada penghubung antar bangunan lama dan baru melalui skybridge. Kemudian, perjalanan kereta jarak jauh akan dipindahkan ke gedung baru sedangkan bangunan lama untuk melayani penumpang kereta lokal.

"Kita lihat dulu perkembangannya nanti, tapi rencananya sebelah sana (gedung baru) untuk alokasi penumpang jarak jauh, yang lokal di gedung lama. Kemudian ada yang beda dari Stasiun Gubeng, yakni kita pakai skybridge. Jadi, penumpang turun langsung ke jalur, ada gate-gatenya sendiri," pungkasnya.