Pasar Unit Sayur Kota Batu saat ini. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Pasar Unit Sayur Kota Batu saat ini. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Molornya pembangunan pasar unit sayur tahap II mendapat sorotan dari DPRD Kota Batu. Lantaran sejak awal pembangunan tahap II itu dinilai kurang matang.

“Perencanaan pasar sayur tahap II tidak matang. Sebelumnya proyek tahap II itu juga sempat beberapa kali gagal dalam proses lelangnya,” ungkap Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Nurrochman.

Ia menjelaskan proses pembangunan yang molor itu sudah menunjukkan jika di dalam perencanaannya sudah tidak matang. “Kalau sudah molor seperti ini yang dirugikan juga pedagang, jadi menghambat ekonomi masyarakat,” imbuhnya.

Dengan molornya pembangunan itu, tentu pembangunannya membutuhkan waktu tambahan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Hanya saja jika pelaksana minta tambahan waktu harus ada adendum.

“Itu untuk melakukan perubahan atau penambahan isi kontrak. Untuk adendum diperbolehkan asal memenuhi ketentuan peraturan perundangan atau Perpres,” jelas warga Desa Sumberejo, Kecamatan Batu ini.

Hanya saja ia menginginkan agar sebaiknya adendum dihindari karena tentu akan berakibat pada penghitungan ulang pembiayaan. Yang nantinya dikhawatirkan berakibat pada kualitas pekerjaan.

Ya hingga saat ini pekerjaan fisik sudah 70 persen. Sisanya 30 persen untuk menutup atap. Lainnya pekerjaan pengecoran lantai dengan rabat beton dan pemasangan instalasi listrik.

Sedangkan pembangunan pasar itu dimulai pada 21 Juni 2019 oleh PT Bintang Wahana Tata dengan anggaran Rp 5 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batu tahun 2019.

Pengerjaan pembangunan itu harusnya  berlangsung selama 180 hari kerja. Dengan demikian proses pembangunan pasar tersebut harus selesai pada bulan Desember.